Connect with us

Pertanian

Tingkatkan Pendapatan Petani, Johan Harap Harga Jagung Tetap Stabil di NTB

Sumbawa(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan turut memberikan apresiasi atas stabilnya harga jagung di Provinsi NTB pasalnya tahun ini terjadi kenaikan harga jagung dibanding tahun sebelumnya dan relatif lebih stabil maka hal ini berdampak pada peningkatan pendapatan petani di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal ini diungkapkan Johan mengingat NTB merupakan salah satu sentra produksi jagung nasional dengan luas panen mencapai 259.817 Ha dan memiliki prospek pengembangan agribisnis jagung yang sangat potensial.

Politisi PKS ini turut berbahagia jika harga di tingkat petani dalam kondisi stabil dan menguntungkan petani serta Johan berharap harga jagung tetap stabil di NTB agar pendapatan petani meningkat. 

“Saya minta kepada pemerintah untuk terus menjaga kestabilan harga jagung di tingkat petani sampai semua petani sudah panen, jangan sampai harga turun pada saat terjadi panen jagung di berbagai daerah dan hal ini harus diwaspadai demi kesejahteraan petani kita, tutur Johan.

Wakil rakyat dari Pulau Sumbawa ini berharap pengembangan bisnis dari budidaya jagung di Provinsi NTB ini terus berkembang serta terus diupayakan meningkatkan keberhasilan usaha tani jagung dan tata kelola pemasaran jagung yang menguntung petani.  

“Saya melihat kestabilan harga dan kebijakan pasar jagung dari pemerintah perlu selalu diperhatikan sebab petani mesti dibantu dalam hal pemasaran, ketersediaan Gudang, ketersediaan sarana transportasi,  serta kualitas jalan di pedesaan, ujar Johan.

Legislator senayan dari dapil NTB 1 ini mendorong pemerintah untuk selalu memastikan perlindungan kepada  petani dalam proses produksi  jagung dengan menjamin tersedianya benih, pupuk dan pestisida pada saat produksi dengan harga yang sesuai secara tepat dan selalu menguntungkan petani. Johan juga meminta agar petani diberikan bantuan alat dan dukungan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan nilai tambah terhadap komoditi jagung yang dihasilkan oleh petani di NTB ini, urai Johan.

Johan menandaskan untuk mencapai target produksi jagung yang berkualitas dan harga yang terus stabil maka diperlukan Kerjasama semua stakeholders Pertanian untuk memberikan pelayanan terbaik kepada petani di NTB. Harus ada Kerjasama yang baik dari semua pihak untuk membantu petani jagung terutama kemitraan usaha, adopsi teknologi, kualitas hasil, pengendalian hama, prosesing hasil panen sehingga harga akan tetap stabil dan kesejahteraan petani bisa meningkat, tutup Johan Rosihan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pertanian

  • Carut-Marut Persoalan Unggas: Johan Desak Kementan Perhatikan Nasib Peternak Rakyat

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan mengaku prihatin atas carut-marutnya persoalan unggas di...

  • Johan Nilai Pemerintah Perlu Lakukan Terobosan Baru untuk Mencapai Target Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat

    Jakarta(BN)-Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan menilai peremajaan kelapa sawit rakyat yang telah berjalan selama 5 tahun ini pencapaiannya sangat jauh dari target yang ditetapkan pemerintah yaitu 2,4 juta hektar kebun kelapa sawit rakyat, maka menurutnya diperlukan sebuah terobosan baru dalam program peremajaan sawit serta harus dilakukan pengawasan khusus kepada BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) terutama dalam menghimpun dan mengembangkan dana sawit untuk peremajaan serta mengevaluasi kinerjanya dalam membantu petani kelapa sawit agar memenuhi syarat sebagai peserta peremajaan dengan pendampingan. Hal tersebut diungkapkan Johan mengingat...

  • Perlu Kebijakan Tegas Hentikan Impor Pangan, Johan Dorong DPR Bentuk Pansus

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan merasa prihatin dengan kebijakan impor pangan yang tidak terkendali, dimana terdapat jutaan ton dari berbagai komoditas pangan yang diimpor negara kita dengan berbagai dalih agar impor tersebut lancar setiap tahun. Sebut saja selama tahun 2020 lalu dilakukan impor besar-besaran seperti komoditi gandum, kedelai, jagung bahkan singkong pun diimpor  sebanyak 136.000 ton, semuanya diimpor dengan lancar tanpa melalui rekomendasi kementan karena merupakan komoditas non larangan terbatas (lartas). Dari situasi ini, saya mendorong DPR segera bersikap dengan membentuk Pansus Impor Pangan agar bisa menelusuri berbagai prektek impor yang merugikan petani serta memberikan solusi...

  • Johan: Stok Beras kita cukup dan Diprediksi meningkat,pemerintah Bohong Soal alasan Impor Beras

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, H Johan Rosihan, ST meminta pemerintah segera membatalkan rencana...