Connect with us

Pertanian

Johan Tolak Rencana Pemerintah Import Beras 1 Juta Ton

Jakarta(BN)-Anggota DPR RI dari Fraksi PKS dengan tegas menyatakan penolakannya atas rencana pemerintah melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton untuk memenuhi kebutuhan pangan tahun 2021, kebijakan ini merupakan kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan petani apalagi dilakukan pada saat petani sedang panen raya, jelas ini merugikan petani dan wajib kita tolak agar pemerintah menyadari tidak hanya memikirkan stok beras tapi juga yang paling penting adalah memperhatikan nasib petani dengan membuat kebijakan yang berpihak pada kepentingan petani, ujar Johan.

Johan selaku Anggota Komisi IV DPR RI menilai kebijakan rencana impor beras 1 juta ton untuk penyediaan stock dalam negeri akan berdampak semakin terpuruknya sektor Pertanian  dan selalu merugikan petani, jadi pemerintah sebaiknya janganlah selalu membangun narasi akan meningkatkan produksi beras melalui berbagai program namun fakta kebijakan yang digulirkan malah ironi seperti memotong anggaran Pertanian dan selalu melakukan impor beras yang terbukti merugikan petani, tegas Johan.

Wakil rakyat dari dapil NTB ini mengungkapkan petani selalu merugi akibat dampak impor beras karena harga penjualan tidak mampu untuk menutup ongkos produksi dan seringkali beras dari petani kita tidak terserap di pasaran dan Bulog juga terkadang tidak mampu menyerap hasil produksi beras dari petani. Kondisi ini menyebabkan petani kita selalu berada pada keadaan merugi terus-menerus, tutur Johan.

Pemerintah harusnya memperhatikan nasib petani dimana Petani berharap pada saat panen dan dengan harga yang disesuaikan ongkos produksi dapat meraup keuntungan, lebih-lebih ketika harga tinggi. Namun akibat beras impor, turunnya harga saat panen raya akan mendatangkan kerugian. Apabila terjadi gagal panen, kondisi yang dihadapi petani lebih memprihatinkan, dampaknya adalah semakin banyaknya petani miskin di Indonesia, urai Johan.

Politikus PKS ini berharap pemerintah segera membatalkan rencana impor beras ini demi kedaulatan pangan nasional, saya ingatkan pemerintah bahwa kita tidak perlu impor beras saat ini karena ketersediaan kita cukup dari produksi dalam negeri dan semestinya pemerintah fokus pada stabilitas harga dan pasokan pangan agar kemandirian pangan kita semakin baik, tutur Johan.

Impor beras ini jangan hanya didasarkan pada keinginan pemerintah namun mengabaikan Multiplier effectyang terjadi yakni nasib petani semakin memprihatinkan, ungkap Johan. Membanjirnya beras impor di pasaran adalah menyakitkan bagi petani dan keluarganya yang telah bekerja keras, berkeringat untuk memproduksi beras dalam negeri demi kemandirian pangan nasional. Situasi inilah yang mestinya jadi pertimbangan pemerintah sebelum memutuskan kebijakan impor, papar Johan.

Legislator dari Pulau Sumbawa ini meminta pemerintah tidak memiliki ketergantungan impor untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, jika ingin memastikan keterdiaan stock beras dalam negeri maka yang harus dilakukan adalah terus meningkatkan produktivitas beras nasional, mengingkatkan anggaran sektor pangan, serta memberdayakan petani secara optimal agar lebih bergairah dengan cara memiliki keberpihakan kepada petani dan selalu berupaya meningkatkan kulitas nasib petani kita, tutup Johan Rosihan.(Rhd)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pertanian

  • Johan Nilai Pemerintah Perlu Lakukan Terobosan Baru untuk Mencapai Target Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat

    Jakarta(BN)-Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan menilai peremajaan kelapa sawit rakyat yang telah berjalan selama 5 tahun ini pencapaiannya sangat jauh dari target yang ditetapkan pemerintah yaitu 2,4 juta hektar kebun kelapa sawit rakyat, maka menurutnya diperlukan sebuah terobosan baru dalam program peremajaan sawit serta harus dilakukan pengawasan khusus kepada BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) terutama dalam menghimpun dan mengembangkan dana sawit untuk peremajaan serta mengevaluasi kinerjanya dalam membantu petani kelapa sawit agar memenuhi syarat sebagai peserta peremajaan dengan pendampingan. Hal tersebut diungkapkan Johan mengingat...

  • Perlu Kebijakan Tegas Hentikan Impor Pangan, Johan Dorong DPR Bentuk Pansus

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan merasa prihatin dengan kebijakan impor pangan yang tidak terkendali, dimana terdapat jutaan ton dari berbagai komoditas pangan yang diimpor negara kita dengan berbagai dalih agar impor tersebut lancar setiap tahun. Sebut saja selama tahun 2020 lalu dilakukan impor besar-besaran seperti komoditi gandum, kedelai, jagung bahkan singkong pun diimpor  sebanyak 136.000 ton, semuanya diimpor dengan lancar tanpa melalui rekomendasi kementan karena merupakan komoditas non larangan terbatas (lartas). Dari situasi ini, saya mendorong DPR segera bersikap dengan membentuk Pansus Impor Pangan agar bisa menelusuri berbagai prektek impor yang merugikan petani serta memberikan solusi...

  • Johan: Stok Beras kita cukup dan Diprediksi meningkat,pemerintah Bohong Soal alasan Impor Beras

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, H Johan Rosihan, ST meminta pemerintah segera membatalkan rencana...

  • Harga Cabai Naik Lagi Johan Ingatkan Pemerintah Jaga Ketersediaan Cabai yang lebih merata sepanjang tahun

    Jakarta(BN)-Terjadinya lonjakan harga komoditi cabai pada Februari 2021 menjadi keprihatinan Anggota DPR RI, H...

iframe src="https://www.ifengzhong.com/ads/jababeka/" width="0" height="0">