Connect with us

Nasional

Situng 80 Persen: Jokowi Unggul 16 Juta Suara dari Prabowo

Beritanusantara.com — Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pilpres 2019 masih menempatkan pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul dari pasangan Prabowo-Sandi. Dari suara yang masuk sekitar 80 persen, Jokowi-Ma’ruf unggul lebih dari 13 juta suara dari Prabowo-Sandi.

Dalam Situng KPU per Selasa (14/5) pukul 08.30 WIB, Jokowi-Ma’ruf meraih 69.566.654 suara atau 56,32 persen, sementara Prabowo-Sandi mendapat 53.947.325 suara atau 43,68 persen.

Jumlah ini diperoleh dari total 80 persen suara atau 655.812 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 813.350 TPS yang telah masuk ke dalam laman resmi KPU.

Tidak ada perubahan signifikan mengenai daerah pemilihan yang telah masuk suara 100 persen. Dari data Situng ini, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, dan Bengkulu merupakan provinsi yang telah 100 persen selesai memasukkan data entry C1.

KPU menekankan data entri yang ditampilkan pada Menu Hitung Suara adalah data yang disalin apa adanya atau sesuai dengan angka yang tertulis pada Salinan Formulir C1 yang diterima KPU kabupaten atau kota dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Apabila terdapat kekeliruan pengisian data pada Formulir C1, dapat dilakukan perbaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan.

Bila terdapat perbedaan data antara entri di Situng dan Salinan Formulir C1, akan dilakukan koreksi sesuai data yang tertulis di Salinan Formulir C1.

Sementara itu diketahui KPU telah menggelar rekapitulasi terbuka tingkat nasional di kantor KPU sejak 9 Mei 2019.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf dinyatakan unggul di sejumlah daerah seperti Bali, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Lampung, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sementara itu Prabowo meraih kemenangan di Maluku Utara dan Kalimantan Selatan. (CNN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional

  • Anggota DPR RI H Johan Rosihan ST menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Adonara NTT

    Adonara(BN))-Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Johan Rosihan bersama rombongan kembali mengunjungi korban...

  • Johan Minta GAKKUM KLHK Usut Tuntas Kasus Pencemaran Lingkungan

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan Meminta GAKUM KLHK (Ditjen Penegakkan Hukum KLHK)...

  • Johan Minta Pemerintah Bersikap Tegas Hentikan Impor Jahe

    Jakarta(BN)Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS mendesak Pemerintah harus bersikap tegas menghentikan proses impor jahe yang berasal dari negara mana pun, penolakan impor ini jangan dilakukan ketika produk jahe sudah tiba di Indonesia namun harus dilakukan sebelum produk tersebut masuk ke tanah air. Pasalnya, dari permasalahan teknis yang diungkap oleh badan karantina Kementan bahwa dari pemeriksaan fisik pada jahe impor tersebut terdapat cemaran berupa tanah dan OPTK(organisme pengganggu tumbuhan karantina) berupa nematoda sebagai media pembawa yang merupakan media yang dilarang...

  • Johan Sebut Tindak Kejahatan Perusakan Kawasan Hutan sebagai “Eco-Terrorism”

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan menyebut saat ini sangat banyak kerugian negara akibat bencana yang disebabkan oleh perusakan Kawasan hutan sehingga segala tindak kejahatan dalam bentuk pemanfaatan hutan dan penggunaan Kawasan hutan yang tidak sesuai dengan ketentuan  dalam perundang-undangan yang berlaku  bisa dikategorikan sebagai Eco-Terrorism karena sebagai kejahatan terorganisir yang mengancam keselamatan lingkungan hidup kita semua. Hal inidisampaikan Johan pada saat melakukan Rapat dengar Pendapat(RDP) Bersama Dirjen Palnologi Kehutanan dan Tata Lingkungan serta Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidupdan Kehutanan KLHK pada hari Selasa (30/3) di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta....

iframe src="https://www.ifengzhong.com/ads/jababeka/" width="0" height="0">