Connect with us

Nasional

Pendistribusian paket Pos Jayapura pascabanjir bandang sudah lancar

Foto-Alex-Nitalessy-Dian

Jayapura (ANTARA) –
PT Pos Indonesia (Persero) mengklaim pendistribusian paket di wilayah Jayapura, Provinsi Papua  pascabanjir bandang sudah kembali normal dan lancar.

Kepala Kantor Pos Jayapura Alex Nitalessy, di Jayapura, Selasa, mengatakan untuk distribusi kiriman ke wilayah terdampak banjir bandang yakni Genyem, Lereh, Depapre, Demta dan Kabupaten Sarmi sempat beberapa hari mengalami kendala karena kondisi jalan yang tidak bisa dilalui.

"Namun, atas keterlambatan dalam pendistribusian barang ke Kabupaten Jayapura, Sarmi dan beberapa wilayah lainnya sudah diinformasikan melalui kantor cabang terdekat," katanya.

Menurut Alex, hanya saja untuk diinformasikan kepada masyarakat melalui media belum sempat dilakukan oleh pihak PT Pos Indonesia, namun pihaknya tetap berharap masyarakat dapat memahami hal tersebut.

"Selain itu, kami juga sempat bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB)  untuk distribusi bantuan sebanyak 30 ton barang campuran yang isinya berupa perlengkapan tidur (tikar) dan lainnya," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Papua, korban meninggal dunia  sebanyak orang, 85 di antaranya teridentifikasi, 20 belum teridentifikasi dan sudah dimakamkan, dilaporkan hilang dan belum dapat ditemukan 17 jiwa, luka-luka ringan 768 orang yang terakumulasi sejak 16 Maret 2019 dengan luka berat 153 orang.

Sementara jumlah total pengungsi yang terdampak dari banjir bandang dan meluapnya air Danau Sentani sebanyak 7.795 orang dengan 1.779 KK, di mana jumlah keluarga terdampak pada lima Distrik (Sentani, Sentani Timur, Ebungfauw, Waibu dan Sentani Barat) sebanyak 25.561 KK serta korban terdampak di 12 Distrik (Sentani, Sentani Barat, Sentani Timur, Waibu, Ebungfauw, Depapre, Ravenirara, Nimboran, Nimbokrang, Kemtuk Gresi dan Namblong, Distrik Demta) sebanyak 33.161 KK.

Bahkan pemerintah bersama instansi berwenang telah memakamkan 20 jenazah korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura dan tidak teridentifikasi pada Rabu (27/3) di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur.

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional

  • Anggota DPR RI H Johan Rosihan ST menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Adonara NTT

    Adonara(BN))-Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Johan Rosihan bersama rombongan kembali mengunjungi korban...

  • Johan Minta GAKKUM KLHK Usut Tuntas Kasus Pencemaran Lingkungan

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan Meminta GAKUM KLHK (Ditjen Penegakkan Hukum KLHK)...

  • Johan Minta Pemerintah Bersikap Tegas Hentikan Impor Jahe

    Jakarta(BN)Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS mendesak Pemerintah harus bersikap tegas menghentikan proses impor jahe yang berasal dari negara mana pun, penolakan impor ini jangan dilakukan ketika produk jahe sudah tiba di Indonesia namun harus dilakukan sebelum produk tersebut masuk ke tanah air. Pasalnya, dari permasalahan teknis yang diungkap oleh badan karantina Kementan bahwa dari pemeriksaan fisik pada jahe impor tersebut terdapat cemaran berupa tanah dan OPTK(organisme pengganggu tumbuhan karantina) berupa nematoda sebagai media pembawa yang merupakan media yang dilarang...

  • Johan Sebut Tindak Kejahatan Perusakan Kawasan Hutan sebagai “Eco-Terrorism”

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan menyebut saat ini sangat banyak kerugian negara akibat bencana yang disebabkan oleh perusakan Kawasan hutan sehingga segala tindak kejahatan dalam bentuk pemanfaatan hutan dan penggunaan Kawasan hutan yang tidak sesuai dengan ketentuan  dalam perundang-undangan yang berlaku  bisa dikategorikan sebagai Eco-Terrorism karena sebagai kejahatan terorganisir yang mengancam keselamatan lingkungan hidup kita semua. Hal inidisampaikan Johan pada saat melakukan Rapat dengar Pendapat(RDP) Bersama Dirjen Palnologi Kehutanan dan Tata Lingkungan serta Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidupdan Kehutanan KLHK pada hari Selasa (30/3) di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta....

iframe src="https://www.ifengzhong.com/ads/jababeka/" width="0" height="0">