Kemenag Bangga Siswa Madrasah Miliki Kemampuan Sains Agamis

  • Share

Jakarta(BN) –┬áSekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali merasa bangga siswa madrasah memiliki kemampuan sains berkarakter agamis di tengah bangsa ini lahir generasi muda yang andak dalam sains

“Jadilah cendekiawan yang santun dan dapat menjadi panutan. Di dunia ini, kalian harus bisa membawa kedamaian, bukan kegalauan,” kata Nizar Ali dalam penutupan KSM di Asrma Haji Pondok Gede Jakarta,Kamis(13/10/2022)

Nizar berharap gelaran ini dapat memberikan pengalaman yang berharga dan bermanfaat untuk kemajuan madrasah secara umum dan untuk pengembangan diri siswa-siswi madrasah menjadi lebih baik di masa mendatang.

“Generasi muda di masa kini, harus pintar, cepat tanggap, gesit, dan sat set” ucap Nizar Ali.

Sebanyak 165 medali, di antaranya 33 medali emas, 55 medali perak, dan 77 medali perunggu berhasil diboyong oleh masing-masing pemenang di tingkat MI, MTs dan MA.

Medali emas di antaranya diboyong oleh Muhammad Rizqi Nugraha, siswa MAN 2 Kota Serang, yang menjuarai Matematika Terintegrasi pada kelompok SLTA.

Sementara untuk kelompok MTs, di antara yang memboyong medali emas adalah Muhamad Dhiya’ Ulhaq, siswa MAN 2 Kota Kediri yang menjuarai Biologi Terintegrasi

Pada kelompok sekolah dasar, semua medali emas disabet oleh siswa SD, tidak satupun yang jatuh tangan siswa Madrasah Ibtidaiyah.

Gelaran KSM yang ke-11 ini diikuti 374 siswa, yang merupakan perasan dari 135.129 pendaftar.

Namun para pendaftar ini berguguran di KSM tingkat provinsi, kabupaten, atau tumbang saat seleksi.

Perinciannya, untuk tingkat MI diikuti oleh 68 siswa dengan 2 bidang lomba, yaitu Matematika dan Sains IPA. Sementara untuk tingkat MTs diikuti oleh 102 siswa dengan 3 bidang lomba, yaitu Matematika, IPA, dan IPS.

Sedangkan untuk tingkat MA diikuti oleh 204 peserta, dengan enam mata pelajaran yang dilombakan, yaitu: Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi.

Pada saat yang sama digelar pula Madrasah Young Researcher Super Camp (MYRES), sebuah ajang kompetisi penelitian dan penulisan karya ilmiah berbasis riset.

Tahun ini panitia MYREST menerima 9.220 proposal penelitian, kemudian diperas menjadi 156 proposal terbaik dalam tiga bidang penelitian, yaitu bidang Sains dan Teknologi, Sosial dan Humaniora, serta Keagamaan.

Sebanyak 156 tim yang mengajukan proposal itu kemudian dibekali workshop selama empat hari dengan narasumber dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Islam Negeri (UIN).

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *