Connect with us

Hukum

Johan Sebut Tindak Kejahatan Perusakan Kawasan Hutan sebagai “Eco-Terrorism”

Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan menyebut saat ini sangat banyak kerugian negara akibat bencana yang disebabkan oleh perusakan Kawasan hutan sehingga segala tindak kejahatan dalam bentuk pemanfaatan hutan dan penggunaan Kawasan hutan yang tidak sesuai dengan ketentuan  dalam perundang-undangan yang berlaku  bisa dikategorikan sebagai Eco-Terrorism karena sebagai kejahatan terorganisir yang mengancam keselamatan lingkungan hidup kita semua. Hal inidisampaikan Johan pada saat melakukan Rapat dengar Pendapat(RDP) Bersama Dirjen Palnologi Kehutanan dan Tata Lingkungan serta Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidupdan Kehutanan KLHK pada hari Selasa (30/3) di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta.

Politisi PKS ini menyebut Eco-Terrorism telah menyebabkan banyak terjadi bencana alam seperti banjir, erosi, dan tanah longsor sehingga pemerintah harus bersikap tegas dalam proses penegakan hukum agar memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan kehutanan di tanah air. Selama ini sanksi yang diberikan lebih banyak bersifat administrative  berupa denda maka hal ini tidak memberi pelajaran akan dampak serius dari kejahatan kehutanan. Pelaku kejahatan kehutanan mesti diberi sanksi yang keras dan tegas agar lingkungan kita selamat dan hutan tetap lestari, ujar Johan.

Legislator PKS yang berasal dari Pulau Sumbawa ini melihat berdasarkan data penegakan hukum pidana bidang kehutanan maka ditemukan semakin meningkatkannya jumlah kasus P21 setiap tahun, ia mencontohkan pada tahun 2019 terdapat 117 kasus dan meningkat drastis menjadi 159 kasus pada tahun 2020 lalu. Johan minta strategi penegakan hukum bidang kehutananmemberi dampak keadilan bagi masyarakat luas karena masihsangat banyak kelakuan perusahaan raksasa yang telah merusakhutan dan menganggu lingkungan serta konflik yang Panjang hubungan industrial dan konflik lahan yang belum menunjukan penegakan hukum yang adil buat semua, contohnya kerusakan hutan di Papua dan konflik dengan masyarakat adat belum ada keadilan hukum bagi masyarakat, tutur Johan.

Johan juga mempertanyakan mengenai tindak lanjut pengenaan sanksi kepada pemegang izin pinjam pakai Kawasan hutan yang tidak melaksanakan kewajibannya, demikian juga dengan tindak lanjut proses penegakan hukum atas penggunaan dan pelepasan kawasan hutan yang tidak prosedural serta tindak kejahatan perusakan Kawasan hutan lainnya. Pemerintah harus lebih serius menghadapi kejahatan dalam bentuk Eco-Terrorsm karena kejahatan kehutanan ini adalah kejahatan terorganisir rapi dan seringkali melibatkan mafia bisnis hutan yang telah merusak ekosistem hutan kita sehingga sejumlah tumbuhan dan satwa liar kita kian terdesak dan terancam dari habitatnya, papar Johan.

Wakil rakyat dari dapil NTB ini menyebut luas pelepasan kawasan hutan selama periode 2004-2020 telah mencapai2.953.256 Ha, yang hampir setiap tahun dalam periode tersebut selalu disetujui pelepasan Kawasan hutan oleh pemerintah, saya mempertanyakan sejauh mana dampak kemanfaatan pelepasan kawasan hutan tersebut terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, harus ada analisa dan perhitungan cermat dari KLHK terhadap dampak pelepasan hutan tersebut, jangan sampai pelepasan hutan berdampak negative terhadap lingkungan dan tidak memberi dampak signifikan untuk pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat kita, demikian tutup Johan Rosihan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum

  • Johan Minta GAKKUM KLHK Usut Tuntas Kasus Pencemaran Lingkungan

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan Meminta GAKUM KLHK (Ditjen Penegakkan Hukum KLHK)...

  • Johan Minta Pemerintah Bersikap Tegas Hentikan Impor Jahe

    Jakarta(BN)Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS mendesak Pemerintah harus bersikap tegas menghentikan proses impor jahe yang berasal dari negara mana pun, penolakan impor ini jangan dilakukan ketika produk jahe sudah tiba di Indonesia namun harus dilakukan sebelum produk tersebut masuk ke tanah air. Pasalnya, dari permasalahan teknis yang diungkap oleh badan karantina Kementan bahwa dari pemeriksaan fisik pada jahe impor tersebut terdapat cemaran berupa tanah dan OPTK(organisme pengganggu tumbuhan karantina) berupa nematoda sebagai media pembawa yang merupakan media yang dilarang...

  • Wakil Ketua Komisi IV Hasan Aminudin mendesak KLHK segera rekrut tenaga honorer untuk polisi hutan

    Jakarta(BN)-Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin mengapresiasi kinerja Kementerian Lingkungan hidup dan...

  • Johan Tolak Rencana Impor Garam: Kasihan Petani Garam Jadi Korban Kebijakan Ugal-Ugalan

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI menyatakan penolakannya ataskeputusan pemerintah yang merencanakan impor garam sebanyak 3,07 ton selama tahun 2021 dan ia merasa prihatin ataskebijakan ini karena menurutnya ini bukti pemerintah tidakmemiliki keberpihakan yang kuat untuk mengembangkankomoditas garam rakyat. “sejujurnya saya sangat prihatin ataskeputusan impor garam yang terus meningkat setiap tahun yang telah meresahkan petani garam kita” ujar Johan. Politisi PKS ini menilai rencana impor yang naik 13,88 persendari tahun lalu merupakan indikator ketidakberdayaanpemerintah dalam mengembangkan garam rakyat untukmemasok kebutuhan garam secara nasional. Setiap tahun trenimpor garam selalu meningkat, ini akibat dari kelemahanpemerintah dalam tata Kelola produksi garam rakyat baikkualitas maupun kuantitasnya serta persoalan tata niaga garam yang carut -marut, tutur Johan. Wakil rakyat yang terpilih dari dapil NTB 1 ini berpandanganseharusnya pada kondisi saat ini pemerintah bersikap tegasuntuk menghentikan impor garam dan segera memperbaikistrategi pengelolaan garam di Indonesia, diantaranya melaluiperluasan lahan tambak garam rakyat dan penerapan tekonologiuntuk meningkatkan kualitas garam untuk kebutuhan industry maupun konsumsi. ...

iframe src="https://www.ifengzhong.com/ads/jababeka/" width="0" height="0">