Connect with us

Nasional

Imigrasi Mataram deportasi delapan WN Amerika

Mereka diperkirakan masuk ke Indonesia dengan dokumen Bebas Visa Kunjungan Singkat, antara 25 Februari-9 Maret 2019, yang masa berlakunya 30 hari.”Mataram (ANTARA) – Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Nusa Tenggara Barat, mendeportasi delapan Warga Negara Amerika Serikat yang sedang mengikuti kegiatan sosial bersama sebuah lembaga swasta di daerah terdampak gempa Lombok.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Kurniadie di Mataram, Rabu, mengatakan, ke delapan warga Amerika tersebut di deportasi ke negaranya karena diketahui telah menyalahgunakan visa kunjungannya selama berada di Lombok.
"Mereka diperkirakan masuk ke Indonesia dengan dokumen Bebas Visa Kunjungan Singkat, antara 25 Februari-9 Maret 2019, yang masa berlakunya 30 hari," kata Kurniadie di Mataram, Rabu.
Selain itu, delapan WN Amerika ini dalam berkegiatan di Dusun Karang Nangka, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, tidak didampingi organisasi lokal.
"Begitu lembaga yang dia gunakan untuk berkegiatan tidak mengantongi surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan atau pun Dinas Sosial," ujarnya.
Delapan WN Amerika tersebut, jelasnya, diamankan petugas imigrasi dalam Operasi Pengawasan Keimigrasian di Kabupaten Lombok Utara, pada Senin (11/3) lalu, ketika sedang memberikan pelayanan kesehatan bagi warga.
Lembaga swasta dari negara asalnya itu bernama International Medical Relief (IMR) yang bergerak dalam bidang bantuan daerah terdampak bencana di seluruh dunia, kesehatan, pendidikan, dan kebersihan lingkungan.
Lebih lanjut, Kantor Imigrasi Kelas I Mataram memulangkan delapan WN Amerika itu dengan menerapkan Pasal 75 Angka 1 Undang-Undang RI Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian.
Delapan warga Amerika yang telah dipulangkan sejak Sabtu (16/3) lalu, itu berinisial EMF (wanita, 25), dr CS (pria, 37), dr PR (wanita, 51), KM (wanita, 43), MR (wanita, 24), MH (wanita, 40), KK (wanita, 23), dan ABH (wanita, 44).
Pewarta: Dhimas Budi Pratama
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional

  • Anggota DPR RI H Johan Rosihan ST menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Adonara NTT

    Adonara(BN))-Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Johan Rosihan bersama rombongan kembali mengunjungi korban...

  • Johan Minta GAKKUM KLHK Usut Tuntas Kasus Pencemaran Lingkungan

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan Meminta GAKUM KLHK (Ditjen Penegakkan Hukum KLHK)...

  • Johan Minta Pemerintah Bersikap Tegas Hentikan Impor Jahe

    Jakarta(BN)Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS mendesak Pemerintah harus bersikap tegas menghentikan proses impor jahe yang berasal dari negara mana pun, penolakan impor ini jangan dilakukan ketika produk jahe sudah tiba di Indonesia namun harus dilakukan sebelum produk tersebut masuk ke tanah air. Pasalnya, dari permasalahan teknis yang diungkap oleh badan karantina Kementan bahwa dari pemeriksaan fisik pada jahe impor tersebut terdapat cemaran berupa tanah dan OPTK(organisme pengganggu tumbuhan karantina) berupa nematoda sebagai media pembawa yang merupakan media yang dilarang...

  • Johan Sebut Tindak Kejahatan Perusakan Kawasan Hutan sebagai “Eco-Terrorism”

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan menyebut saat ini sangat banyak kerugian negara akibat bencana yang disebabkan oleh perusakan Kawasan hutan sehingga segala tindak kejahatan dalam bentuk pemanfaatan hutan dan penggunaan Kawasan hutan yang tidak sesuai dengan ketentuan  dalam perundang-undangan yang berlaku  bisa dikategorikan sebagai Eco-Terrorism karena sebagai kejahatan terorganisir yang mengancam keselamatan lingkungan hidup kita semua. Hal inidisampaikan Johan pada saat melakukan Rapat dengar Pendapat(RDP) Bersama Dirjen Palnologi Kehutanan dan Tata Lingkungan serta Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidupdan Kehutanan KLHK pada hari Selasa (30/3) di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta....

iframe src="https://www.ifengzhong.com/ads/jababeka/" width="0" height="0">