Connect with us

Ekonomi

Pegadaian Serahkan Mobil Ambulance untuk Masyarakat Bekasi

BeritaNudsantara.com, – PT. Pegadaian (Persero) menyerahkan bantuan Dana Kebajikan Umat (DKU) berupa satu unit mobil ambulance multifungsi kepada Yayasan Cita Mulya (Cahaya Foundation).

Serah terima bantuan mobil Ambulance tersebut diserahkan oleh Pimpinan PT Pegadaian Area Bekasi Kantor Wilayah VIII Jakarta 1, Edi Sarwono beserta jajarannya kepada pengurus Yayasan Cita Mulya dengan disaksikan oleh Wakil Walikota Bekasi Tri Ardianto di Kantor Kelurahan Marga Mulya, Bekasi Utara pada jumat (25/10/2019).

“Kami menyerahkan ambulance ini agar dapat bermanfaat buat kebutuhan masyarakat melalui Yayasan Cita Mulya (Cahaya Foundation) di wilayah Kelurahan Marga Mulya, Bekasi Utara. Ini dana dari masyarakat, kami kembalikan pada masyarakat dalam bentuk yang produktif dan fasilitas yang lebih baik seperti tempat umum, tempat ibadah, menata lingkungan yang bersih, penyediaan ambulance, kami bekerjasama dengan LPSK menyerahkan korban bantuan kepada pemulihan psikologis, dan fasilitas lainnya,” kata Edi Sarwono selaku Pimpinan Pegadaian Wilayah VIII Jakarta 1 di Kelurahan Marga Mulya-Bekasi Utara ditemani Wakil Walikota Bekasi. (25/10/2019).

Dia menjelaskan, pemberian mobil Ambulance tersebut merupakan bagian dana nasabah ketika barangnya dilelang yang dikumpulkan dari dana lebih Rp100, Rp 200. “Jadi dari uang yang kecil kami sisipkan dan kami kelola. Uang lelang yang sudah kadaluarsa akhirnya kumpulkan, kita salurkan dan kami berikan dalam bentuk Ambulance,” papar Edi.

“Di Oktober 2019 ini, kita serahkan Ambulance dan perlengkapan dari Dana Kebajikan Umat (DKU) cabang Syariah Islamic Centre Bekasi untuk Yayasan Cahaya Bekasi dengan total nilai pemberian bantuan sebanyak Rp 497 juta,” jelas Edi.

“Produk yang kami design buat kebutuhan masyarakat, masyarakat kecil. Kami hadir dari produk-produk tanpa sewa modal, itu karena keberadaan kami untuk memberikan fasilitas bagi masyarakat, dan kami memiliki produk baru yaitu tabungan emas,” tutur Edi.

Sementara itu, Wakil Walikota Bekasi Tri Ardianto menyampaikan, Pemerintah telah memberikan jaminan, kepastian buat masyarakat atas fasilitas kesehatan. Jadi pemerintah telah menfasilitasi jaminan kesehatan masyarakat yang sakit, negara ini dibangun sesuai dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat yaitu bahwa negara harus mensejahterakan masyarakatnya.

“Ini bagian dari bentuk kepedulian Pegadaian yang memberikan berupa mobil Ambulance buat dipakai kebutuhan masyarakat. Ini merupakan bagian dari aksi sosial stakeholder, jadi tinggal dioptimalkan saja, juga pembagian infratsruktur lainnya. Pengelolahan (Ambulance) ini langsung ke Yayasan untuk bergerak melakukan kerja-kerja sosial,” ungkap Tri Ardianto.

Selaku seorang pendiri Cahaya Foundation telah bergerak terlebih dahulu banyak memberikan kontribusi buat masyarakat. “Sekarang kita fasilitasi ini sejalan dengan program pemerintah dari kartu sehat. Prefentif itu terus kita lakukan supaya mereka dapat memanfaatkan fasilitas tersebut, disamping itu menurunkan biaya ekonomi yang ada di kota Bekasi. Harapannya kemudian menjadi mandiri,” pungkasnya.

Pihak Yayasan Cahaya Foundation juga mengucapkan terima kasih kepada Pegadaian yang telah memberikan mobil Ambulance yang dapat dimanfaatkan untuk warga bekasi dan akan dikelola dengan baik.

Edi Sarwono berharap, semoga masyarakat dapat memgenal produk lainnya dari Pegadaian seperti tabung emas dan lainnya. Total pemberian Ambulance selama tahun 2019 ada 2 unit di Bulan mei 2019, 1 unit ambulance multi fungsi untuk yayasan al huda jati kramat, bantuan bina lingkungan cabang jatiwaringin, dan di bulan oktober 2019 yang saat ini diserahkan ambulance dan perlengkapan dari Dana Kebajikan Umat (DKU) cabang syariah islamic centre bekasi untuk yayasan cahaya bekasi dengan total nilai pemberian bantuan Rp. 497 juta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ekonomi

  • Momentum Hari nelayan, Johan Rosihan: Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan melalui Pemberdayaan Masyarakat Nelayan

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan berharap pemerintah menjadikan Hari Nelayan Nasional pada tanggal 6 April 2021 ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. khususnya melalui pemberdayaan masyarakat nelayan, yang menurut data dari KKP bahwa saat ininelayan kita yang berjumlah 1.459.874 orang merupakan asset nasional untuk mengembangkan sektor kelautan dan perikanan menjadi lebih maju dan berjaya sebagai negara maritim. Masih banyak Pekerjaan Rumah (PR)...

  • Johan Nilai Pemerintah Perlu Lakukan Terobosan Baru untuk Mencapai Target Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat

    Jakarta(BN)-Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan menilai peremajaan kelapa sawit rakyat yang telah berjalan selama 5 tahun ini pencapaiannya sangat jauh dari target yang ditetapkan pemerintah yaitu 2,4 juta hektar kebun kelapa sawit rakyat, maka menurutnya diperlukan sebuah terobosan baru dalam program peremajaan sawit serta harus dilakukan pengawasan khusus kepada BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) terutama dalam menghimpun dan mengembangkan dana sawit untuk peremajaan serta mengevaluasi kinerjanya dalam membantu petani kelapa sawit agar memenuhi syarat sebagai peserta peremajaan dengan pendampingan. Hal tersebut diungkapkan Johan mengingat...

  • Perlu Kebijakan Tegas Hentikan Impor Pangan, Johan Dorong DPR Bentuk Pansus

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan merasa prihatin dengan kebijakan impor pangan yang tidak terkendali, dimana terdapat jutaan ton dari berbagai komoditas pangan yang diimpor negara kita dengan berbagai dalih agar impor tersebut lancar setiap tahun. Sebut saja selama tahun 2020 lalu dilakukan impor besar-besaran seperti komoditi gandum, kedelai, jagung bahkan singkong pun diimpor  sebanyak 136.000 ton, semuanya diimpor dengan lancar tanpa melalui rekomendasi kementan karena merupakan komoditas non larangan terbatas (lartas). Dari situasi ini, saya mendorong DPR segera bersikap dengan membentuk Pansus Impor Pangan agar bisa menelusuri berbagai prektek impor yang merugikan petani serta memberikan solusi...

  • Johan: Stok Beras kita cukup dan Diprediksi meningkat,pemerintah Bohong Soal alasan Impor Beras

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, H Johan Rosihan, ST meminta pemerintah segera membatalkan rencana...

iframe src="https://www.ifengzhong.com/ads/jababeka/" width="0" height="0">