Connect with us

Ekonomi

KAI Daop VI operasikan 7 KA tambahan

KAI, Kereta Tambahan (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi VI akan mengoperasikan tujuh kereta api tambahan pada momentum mudik Lebaran 2019.
"Belum kami hitung kapasitas total KA tambahan ini, yang jelas lebih banyak dibandingkan periode sama tahun lalu," kata Humas PT KAI Daop VI Eko Budiyanto di Solo, Kamis.
Ia mengatakan untuk tahun lalu jumlah KA tambahan yang dioperasikan pada momentum mudik Lebaran sebanyak lima KA dengan 9.400 kursi. Sedangkan untuk tahun ini diperkirakan jumlah kursi KA tambahan sekitar 10.000 kursi.
"Mungkin tidak lebih dari itu, saat ini masih kami hitung. Untuk penjualan tiket juga belum kami lakukan," katanya.
Menurut dia, untuk KA tambahan ini kapasitasnya bervariasi, yaitu di kisaran 500 penumpang tergantung dari jumlah rangkaian yang digunakan.
Menurut dia, penjualan tiket akan dilakukan pada H-60 pemberangkatan sehingga kemungkinan penjualannya baru akan dilakukan sekitar bulan April.
Sementara itu, untuk penjualan tiket KA reguler, dikatakannya, saat ini tinggal tersisa beberapa, terutama untuk pemberangkatan hari H dan H+1 Lebaran.
"Untuk KA reguler ini jumlahnya ada 19 KA. Ada pula beberapa KA lain yang sifatnya melintasi Daop VI di antaranya KA Bima relasi Jakarta-Malang, KA Turangga relasi Surabaya-Bandung, dan KA Gajayana relasi Malang-Gambir. Tiketnya juga dijual melalui Daop VI," katanya.
Melihat tahun lalu, dikatakannya, beberapa KA tambahan yang diberangkatkan melalui Solo Balapan di antaranya ada KA Argo Lawu tambahan, Argo Dwipangga tambahan, dan Lodaya pagi dan malam tambahan.
"Untuk tahun lalu KA tambahan ini mulai dioperasikan pada H-7 Lebaran," katanya.
Baca juga: Ini tiga lintas angkutan motor gratis Lebaran 2019 dengan KA
Baca juga: Pengamat ingatkan pentingnya "rest area" pada mudik Lebaran 2019
Pewarta: Aris Wasita
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ekonomi

  • Momentum Hari nelayan, Johan Rosihan: Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan melalui Pemberdayaan Masyarakat Nelayan

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan berharap pemerintah menjadikan Hari Nelayan Nasional pada tanggal 6 April 2021 ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. khususnya melalui pemberdayaan masyarakat nelayan, yang menurut data dari KKP bahwa saat ininelayan kita yang berjumlah 1.459.874 orang merupakan asset nasional untuk mengembangkan sektor kelautan dan perikanan menjadi lebih maju dan berjaya sebagai negara maritim. Masih banyak Pekerjaan Rumah (PR)...

  • Johan Nilai Pemerintah Perlu Lakukan Terobosan Baru untuk Mencapai Target Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat

    Jakarta(BN)-Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan menilai peremajaan kelapa sawit rakyat yang telah berjalan selama 5 tahun ini pencapaiannya sangat jauh dari target yang ditetapkan pemerintah yaitu 2,4 juta hektar kebun kelapa sawit rakyat, maka menurutnya diperlukan sebuah terobosan baru dalam program peremajaan sawit serta harus dilakukan pengawasan khusus kepada BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) terutama dalam menghimpun dan mengembangkan dana sawit untuk peremajaan serta mengevaluasi kinerjanya dalam membantu petani kelapa sawit agar memenuhi syarat sebagai peserta peremajaan dengan pendampingan. Hal tersebut diungkapkan Johan mengingat...

  • Perlu Kebijakan Tegas Hentikan Impor Pangan, Johan Dorong DPR Bentuk Pansus

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan merasa prihatin dengan kebijakan impor pangan yang tidak terkendali, dimana terdapat jutaan ton dari berbagai komoditas pangan yang diimpor negara kita dengan berbagai dalih agar impor tersebut lancar setiap tahun. Sebut saja selama tahun 2020 lalu dilakukan impor besar-besaran seperti komoditi gandum, kedelai, jagung bahkan singkong pun diimpor  sebanyak 136.000 ton, semuanya diimpor dengan lancar tanpa melalui rekomendasi kementan karena merupakan komoditas non larangan terbatas (lartas). Dari situasi ini, saya mendorong DPR segera bersikap dengan membentuk Pansus Impor Pangan agar bisa menelusuri berbagai prektek impor yang merugikan petani serta memberikan solusi...

  • Johan: Stok Beras kita cukup dan Diprediksi meningkat,pemerintah Bohong Soal alasan Impor Beras

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, H Johan Rosihan, ST meminta pemerintah segera membatalkan rencana...

iframe src="https://www.ifengzhong.com/ads/jababeka/" width="0" height="0">