Thursday|01-01-2026

Jembatan Pandansimo Resmi Berganti Nama Jadi Jembatan Kabanaran, Angkat Sejarah Perjuangan Yogyakarta

  • Share

Yogyakarta(BN)-Pemerintah resmi menetapkan perubahan nama Jembatan Pandansimo di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi Jembatan Kabanaran. Keputusan tersebut diambil setelah melalui pembahasan bersama pemerintah daerah serta mendapatkan arahan langsung dari Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Ngarso Dalem.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya saat meresmikan jembatan pada Rabu menyampaikan bahwa penamaan Kabanaran memiliki makna sejarah yang mendalam bagi masyarakat Yogyakarta. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu lokasi penting dalam perjuangan Pangeran Mangkubumi melawan penjajahan Belanda.

“Makna historisnya sangat kuat. Di wilayah ini pernah menjadi pusat perjuangan Pangeran Mangkubumi melawan Belanda,” ujar Presiden Prabowo

Ia menambahkan, keberadaan jembatan ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas menuju dan antarwilayah di DIY, khususnya di kawasan pesisir selatan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggono menjelaskan bahwa perubahan nama jembatan dilakukan karena infrastruktur tersebut menghubungkan dua wilayah administratif, yakni Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo. Oleh karena itu, diperlukan penamaan yang merepresentasikan identitas bersama.

“Karena jembatan ini menghubungkan dua kabupaten, penamaan harus melalui arahan gubernur. Di Yogyakarta tentu arahan datang dari Ngarso Dalem, dan beliau merekomendasikan nama Kabanaran,” kata Dody.

Menurutnya, nama Kabanaran dinilai lebih mencerminkan karakter kawasan serta nilai budaya yang melekat di wilayah tersebut.

Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Roy Rizali Anwar. Ia menjelaskan bahwa usulan perubahan nama berasal dari pemerintah daerah dan kemudian dibahas bersama pihak Keraton Yogyakarta.

“Secara historis, kawasan ini memang dikenal sebagai Kabanaran. Setelah melalui kesepakatan dengan pemerintah daerah dan Keraton, nama tersebut resmi ditetapkan menjadi Jembatan Kabanaran,” ungkap Roy.

Dengan penamaan baru ini, jembatan sepanjang sekitar 2,3 kilometer tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung strategis antara Bantul dan Kulon Progo, tetapi juga menjadi simbol pelestarian sejarah serta identitas budaya Yogyakarta.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *