Dinilai Mempersulit Kepengurusan Visa Umroh, SAPUHI Tolak Rekam Biometric VFS Tasheel

Ado Richard Kamis | 07 Februari 2019 | 18:31 WIB
Dinilai Mempersulit Kepengurusan Visa Umroh, SAPUHI Tolak Rekam Biometric VFS Tasheel
Foto: Istimewa

BeritaNusa - Jakarta, Kamis 7 Februari 2019, Terkait pemberlakuan rekam biometric dalam kepengurusan visa umroh oleh pemerintah Saudi melalui KBSA (Kedutaan Besar Saudi) di Indonesia menunjuk VFS Tasheel sebagai operator penyelenggaraan perekaman biometric di Indonesia.

Seiring penerapan tersebut, SAPUHI (Sarikat Penyelenggara Umroh Haji Indonesia) menilai hal tersebut justru dianggap mempersulit kepengurusan visa jamaah, seperti disampaikan Ketua Umum SAPUHI H Syam Resfiadi dalam jumpa pers yang digelar sore tadi (7/2).

“Dalam kesempatan ini kami ingin menyampaikan, SAPUHI secara tegas menolak pemberlakuan rekam biometric oleh VFS Tasheel dikarenakan hal tersebut justru mempersulit kepengurusan visa jamaah umroh,” ungkap Syam.

Syam menjelaskan, dalam penerapannya sejak diberlakukan Oktober 2018 lalu, hingga saat ini masih banyak kendala di lapangan terkait perekaman biometric VFS Tasheel, baik dari segi lokasi kantor yang sulit dijangkau dan belum merata, kemudian dari segi sarana prasarana, peralatan yang minim, SDM yang dinilai kurang kompeten, dll.

“Saran kami, sebaiknya VFS Tasheel akan tetap beroperasi di Indonesia, maka hanya perlu satu office operational, yakni di bandara internasional. Dengan kata lain,rekam biometric ini bukan menjadi salah satu persyaratan penerbitan visa umrah dan diambil setelah terbitnya visa umroh,” jabar Syam.

Syam juga menyebutkan beberapa hal yang perlu ditingkatkan VFS Tasheel, khususnya dari segi pelayanan, diantaranya :

1. Jumlah antrian yang panjang dalam proses rekam biometric.

2. Adanya petubahan USER ID yang dilakukan tanpa kordinasi dan lambamya respon yang di lakukan staff VFS Tasheel.

3. Sistem appointment VFS yang sering kali terjadi gangguan.






Lin_da