Kementerian Agama Usulkan ASPHURINDO Munaslub

Rahmad Senin | 11 Juni 2018 | 04:20 WIB
Kementerian Agama Usulkan ASPHURINDO Munaslub
Foto: Istimewa

BeritaNusa - Jakarta(BN)-Setelah MUNAS II ASPHURINDO pada tanggal 09 -- 12 Januari 2018 lalu, ASPHURINDO masih terjadi dualisme Kepemimpinan di bawah Syam Resfiadi dan Magnetis Chaidir.

Proses Hukumnya masih berlanjut sampai hari ini dan berbagai proses mediasi dan hukum ditempuh untuk menyelesaikan polemic tersebut tapi tidak kunjung menuai hasil.

Kementerian Agama RI pun turun serta membantu menemukan titik penyelesaikan dari Polemik dan pada akhirnya Kementerian Agama RI memberikan usulan untuk diadakan Musyawarah Luar Biasa (MUNASLUB) agar Polemik Dualisme Kepemimpinan ASPHURINDO berakhir.

Sehubungan dengan usulan MUNASLUB yang disampaikan oleh Kementerian Agama RI terkait Polemik Dualisme Kepemimpinan ASPHURINDO yang tidak kunjung selesai, pengurus merapatkan usulan tersebut tapi karena banyak hal yang kurang sesuai jika MUNASLUB diadakan dengan berbagai alasan atas dasar ini Pengurus ASPHURINDO memutuskan untuk membuat Asosiasi Baru dengan nama SAPUHI (Sarikat Penyelenggara Umroh Haji Indonesia). Adapun alasan-alasan tersebut diantaranya:

Polemik Dualisme Kepemimpinan ASPHURINDO yang tidak kunjung selesai. Release dari SAPUHI menambahkan

"Jika MUNASLUB diselenggarakan, Ketua Umum tidak bisa dijabat kembali oleh Syam Resfiadi maupun Magnatis Chaidir hal tersebut kemungkinan besar tidak dapat diterima oleh anggota ASPHURINDO.

adanya hak Paten terkait logo ASPHURINDO atas nama Hafidz Taftazani hal tersebut bertentangan dengan kode etik organisasi dan akan mempengaruhi roda organisasi yang berjalan dalam tubuh ASPHURINDO

Dengan terbentuknya Asosiasi Baru Pengurus memiliki harapan tidak akan terjadi kembali pengambilan hal organisasi yang bersifat individual dan kesewenang-wenangan perilaku pimpinan.

Usai rapat pengurus tersebut, diselenggarakannya Buka Bersama dan Rapat Pleno Anggota ASPHURINDO pada tanggal 28 Mei 2018 di Aljazeerah Restaurant & Function Hall - Polonia.

Dalam acara tersebut anggota menyetujui dibentuknya Asosiasi Baru dan pada tanggal inilah ditetapkan sebagai tanggal berdirinya SAPUHI namun dalam Akta legalitas SAPUHI dengan Nomor 32 oleh Notaris Notaris Tati Nurwati, SH ditetapkan pada tanggal 18 Mei 2018 menyesuaikan tanggal pengajuan Pendirian SAPUHI. Adapun kepengurusan SAPUHI juga telah mendapat Legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM dengan Nomor 0007373.AH.01.07.TAHUN 2018 dengan Ketua Umum Drs. H. Syam Resfiadi."

SAPUHI mempunyai Visi dan Misi sebagai organisasi yang berwibawa dan profesional dalam membina dan memberdayakan anggotanya sebagai penyelenggara ibadah umrah , haji khusus dan inbound yang bersatu padu melayani seluruh umat Islam Indonesia dalam penyelenggaraan Umroh , Haji khusus dam Inbound di Indonesia.

Mewujudkan penyelenggaraan ibadah umrah , haji khusus dan inbound Indonesia yang bertanggung jawab, Amanah , nyaman dan profesional dengan perpedoman Alquran dan sunnah Rasulullah SAW.

Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam proses Pembentukan Asosiasi Baru:

Pendataan Anggota Baru SAPUHI yang terdiri dari Anggota ASPHURINDO yang mengundurkan diri dari ASPHURINDO (dibuktikan dengan surat pengunduran diri keanggotaan) dan kemudian masuk menjadi Anggota SAPUHI (dibuktikan dengan Formulir Masuk Keanggotaan SAPUHI)

Pengukuhan Pengurus dan Buka Bersama SAPUHI di Muamalat Tower Lantai 19 tanggal 07 Juni 2018

Musyawarah Nasional (MUNAS) I SAPUHI pada tanggal 03-04 Juli 2018

Penetapan AD/ART SAPUHI dan hal administrative terkait Internal organisasi SAPUHI

Pemilihan Pengurus Baru

DPP SAPUHI

(Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia). Untuk sementara ketua umum SAPUHI dipegang oleh Drs. H. Syam Resfiadi