Pihak Pelapor Kasus Ijasah Palsu STT Setia : Terdakwa Harus Segera Ditahan

Ado Richard Kamis | 17 Mei 2018 | 14:09 WIB
Pihak Pelapor Kasus Ijasah Palsu STT Setia : Terdakwa Harus Segera Ditahan
Foto: Istimewa

BeritaNusa - Jakarta, Rabu 16 Mei 2018, Pengadilan Negeri Jakarta Timur akan kembali menggelar sidang ke 16 perkara Ijasah Palsu yang menyeret nama Sekolah Tinggi Teologia Injil Arastamar (STT Setia) dengan terdakwa Matheus Mangentang selaku Rektor dan Ernawaty Simbolon selaku Direktur.

Mengingat pentingnya hasil persidangan tersebut, Ketua Barisan Merah Putih, Willem Frans Ansyanay, S.H, selaku pihak pelapor perwakilan keluarga korban menyampaikan, “Kami sebagai pelapor mewakili para korban ingin ada keadilan yang dapat terjadi pada proses hukum seperti yang sudah berjalan selama ini.”

“Keadilan itu adalah jika para korban ini mengalami masa pembiaran dengan ijazah bodong selama 10 sampai 15 tahun tanpa digubris oleh terdakwa, maka pada saat penuntutan, JPU harus melakukan penahanan. Sehingga pada saat itu kedua terdakwa harus ditahan,” ungkap Willem pada Selasa 14 Mei 2018 kemarin di Jakarta.

Karena sebagian besar korban adalah masyarakat Papua, menurutnya, jika JPU tidak mendesak penahanan terhadap terdakwa, berarti sama saja membuat rasa sakit hati yang mendalam bagi masyarakat Papua.

“Rasa sakit hati orang Papua sederhana, karena saya sebagai Ketua Barisan Merah Putih yang sering berhadapan dengan masyarakat Papua yang merasa sakit hati pada negara ini, mereka ngomongnya sederhana ‘ya kalau tidak bisa urus kami, biarkan kami merdeka’. Nah telinga saya sakit mendengar yang begitu,” ucapnya.

Lebih lanjut Willem juga menambahkan, “Gubernur Papua sendiri konsentrasi menganggap sangat rawan masalah ini, sehingga memonitor dan membangun komunikasi kemana-mana. Pengawalan kami juga ke Komisi Kejaksaan, Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi. Dan keadilan pertama yang kami dapati adalah digantinya Hakim Ketua, Antonius Simbolon. Jadi ini surprise buat kami dari pengadilan,” tutup Willem.