Politisi Demokrat Menyesalkan Pernyataan Hoax dari Kapolri Tentang Kasus Bom Surabaya

Reportase Indonesia Rabu | 16 Mei 2018 | WIB
Politisi Demokrat Menyesalkan Pernyataan Hoax dari Kapolri Tentang Kasus Bom Surabaya
Foto: Istimewa

BeritaNusa - Politisi Demokrat Andi Arief menyesalkan keterangan Kapolri Jenderal Tito Karnavian soal penyidikan yang langsung disimpulkan bahwa pelaku anggota ISIS., melalui akun Twitter @andiarief__ yang ia tuliskan pada Minggu (13/4/2018).

Sebelumnya, polisi memastikan bahwa para pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya adalah satu keluarga.

Mereka adalah keluarga Dita Supriyanto, warga Rungkut Wonorejo, Surabaya.

Dalam menjalankan aksi itu, Dita berbagi peran dengan seorang istri dan 4 anaknya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada media menyampakan bahwa pelaku adalah anggota jemaah JAD (Jamaah Ansarut Daulah.
"Dita adalah Ketua JAD (jaringan Ansarut Daulah) Surabaya. Jaringan ini kaitannya dengan JAT (Jaringan Ansarut Tauhid). Keduanya terkait dengan ISIS," kata Tito yang dilansir dari Surya.co.id
Dia menjelaskan, JAD dipimpin oleh Abdurahman yang dipenjara di Mako Brimob.

Sebagian dari mereka telah bergabung dengan kelompok ISIS di Syria dan sebagian lagi telah kembali ke Indonesia.

Pernyataan Tito Karnavian tersebut, mendapat tanggapan dari Andi Arief.

Andi Arief menyesalkan pernyataan Kapolri yang menyimpulkan cukup dini terkait kejadian tersebut.

"Beri kesempatan pada polisi untuk mengungkap bom gereja aurabaya. Pelakunya audah teridenrifikasi. Harusnya mudah ungkap sampai dalang. Kita mau aejelas-jelasnya. penyelidikan jangan langsung disimpulkan ini ISIS seperti penjelasan Kapolri.

Ide adanya tim Independen untuk membantu polisi mengungkap kasua bom gereja suara ini menarik juga.

Minimal kesimpulan tim independen itu bisa menjawab sebagian pertanyaan masyarakat yang masih meragukan peristiwa semacam ini benar2 ideologis. (tw)