Polda Metro Siagakan 5200 Anggota Kawal Mudik Lebaran 2018

Redaksi Rabu | 06 Juni 2018 | 10:57 WIB
Polda Metro Siagakan 5200 Anggota Kawal Mudik Lebaran 2018
Foto: Istimewa

BeritaNusa - Sebanyak 5200 anggota kepolisian dikerahkan untuk Operasi Ketupat Jaya yang bertujuan mengamankan arus mudik hingga arus balik dalam masa Lebaran di DKI Jakarta. Gelar pasukan pun akan dilakukan pada Rabu (6/6) di Monas, Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan gelar pasukan tersebut bertujuan memeriksa kesiapan personel dalam pengamanan yang akan dilakukan. Gelar pasukan juga akan dipimpin oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Jadi gelar pasukan ini kita akan mengecek kesiapan daripada semua yang terlibat dalam operasi kemanusiaan yang diberi title Ketupat Jaya, kalau seluruh Indonesia Operasi Ketupat, kalau di PMJ Ketupat Jaya," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (5/6).

Argo mengatakan pada Kamis (7/6) Operasi Ketupat Jaya akan dimulai dengan operasi kemanusiaan. Polda juga menyediakan sebanyak 143 pos pelayanan dan pengamanan.

Sasaran pengamanan juga akan ditujukan kepada pemudik baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Argo mengatakan tujuan pengamanan tersebut supaya pemudik merasa aman dan nyaman ketika meninggalkan ibu kota.

"Sasaran daripada operasi kemanusiaan ini adalah pertama dengan orang, orang yang akan mudik berarti kan ada yang menggunakan kendaraan roda dua, ada yang menggunakan fasilitas publik, dan roda empat dan ada juga yang menggunakan kereta api maupun pesawat dan kapal. Itu semua akan kita amankan dan anggota akan berada di sana dan kita akan kita membuat para pemudik nyaman," tuturnya.

Untuk kelancaran transportasi di dalam tol, Argo mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Jasa Marga.

"Sehingga kalau ada macet di jalan tol kita bersama Jasa Marga sudah memantau dengan berbagai ratusan CCTV, kita lihat nanti di Cikarang sana bagaimana untuk lalinnya seperti apa, apa nanti ada buka tutup di pintu tol, itu teknis," jelas Argo. (ayp)