ISIS Klaim Tanggung Jawab Serangan Bom Polrestabes Surabaya

Redaksi Selasa | 15 Mei 2018 | 10:03 WIB
ISIS Klaim Tanggung Jawab Serangan Bom Polrestabes Surabaya
Foto: Istimewa

BeritaNusa - Serangan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (14/5) kemarin membuat Polri menetapkan status siaga satu di seluruh Indonesia. Di samping itu, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

ISIS menyatakan klaim itu melalui biro pemberitaan mereka, Amaq News Agency. Mereka juga mengklaim para pelaku dianggap mati syahid.

"ISIS mengklaim bertanggung jawab terhadap serangan bom bunuh diri yang menyerang gerbang kantor polisi di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia," tulis Amaq News Agency, sebagaimana dilansir situs siteintelgroup.com, Senin (15/5).

Peristiwa maut itu terjadi di gerbang Mapolrestabes Surabaya. Pelaku yang berjumlah lima orang dengan membonceng dua sepeda motor meledakkan diri ketika diadang polisi saat hendak masuk ke Mapolrestabes Surabaya.

Empat pelaku tewas di tempat karena ledakan bom. Sedangkan empat polisi dan enam warga luka-luka.

Menurut polisi pelaku serangan merupakan satu keluarga. Seorang anak yang dibawa oleh pelaku dalam serangan bom selamat, karena terpental. Saat ini dia sedang dirawat.

Polri menyebut serangan bom di Mapolrestabes Surabaya Senin kemarin adalah rangkaian dari aksi bom bunuh diri di tiga gereja di kota itu, dan ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo sehari sebelumnya. Para pelaku terlibat diduga kuat adalah bagian dari kelompok Ansharut Daulah cabang Surabaya. Mereka disebut merupakan salah satu pendukung ISIS di kawasan Asia Tenggara.

Jumlah korban tewas serangan bom di tiga gereja mencapai 18 orang. Sedangkan insiden ledakan bom di Rusunawa Wonocolo Sidaorjo menewaskan tiga orang. Selain itu ada tiga orang yang ditembak petugas Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri saat penyergapan di sejumlah tempat.

Sementara korban luka-luka baik dari warga masyarakat maupun petugas kepolisian dalam tiga kejadian itu mencapai 57 orang. Di antara korban luka ada juga anggota keluarga orang yang diduga menjadi pelaku pengeboman. (ayp/gil)