Jokowi Kecam Pemindahan Kedubes Amerika Serikat ke Yerusalem

Redaksi Jumat | 11 Mei 2018 | 15:13 WIB
Jokowi Kecam Pemindahan Kedubes Amerika Serikat ke Yerusalem
Foto: Istimewa

BeritaNusa - Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Indonesia mengecam sikap pemerintah Amerika Serikat yang berencana memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Menurut dia, hal ini melanggar resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Karena itu, saya mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB membahas isu tersebut dan mengambil langkah selanjutnya," kata Jokowi saat membuka konferensi ulama trilateral Afganistan-Indonesia-Pakistan di Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat, 11 Mei 2018.

okowi meminta negara lain tidak mengikuti langkah Amerika itu. Sebab, sikap tersebut bisa mengganggu proses perdamaian dan mengancam kedamaian.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menuturkan Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina. "Kami bersama rakyat Indonesia akan berjuang dengan rakyat Palestina dan Palestina akan selalu ada di tiap helaan napas diplomasi Indonesia," kata Jokowi.

Pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem telah diumumkan Presiden Donald Trump ke Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Desember 2017. Mulanya, pemindahan ini diperkirakan dilakukan pada 2019 tapi dipercepat menjadi bulan ini.

Baca: Soal Yerusalem, Jokowi Minta Negara OKI Satu Suara Bela Palestina

Langkah Amerika Serikat ini mendapat kecaman dari banyak pihak. Sebab, hal tersebut bisa mengganggu proses perdamaian antara Palestina dan Israel, yang diupayakan sejak lama guna mengakhiri konflik selama 70 tahun.

Di Jakarta, ribuan orang berkumpul di lapangan Tugu Monumen Nasional menyuarakan dukungannya terhadap Palestina. Aksi besar-besaran bela Palestina ini sempat dilakukan pula pada Desember 2017 saat Amerika Serikat pertama kali mengumumkan rencana pemindahan kedutaan besarnya itu. (TEMPO.CO)