Connect with us

Ekonomi

Johan Tekankan Agar Indonesia Miliki Visi Jangka Panjang Menjaga Kualitas Lingkungan Hidup

Jakarta (BN)-Angggota Komisi IV DPR RI, H Johan Rosihan, ST selaku Jurubicara Fraksi PKS menyampaikan pandangannya pada rapat pendalaman mengenai rekofusing dan realokasi anggaran belanja KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) pada Hari Selasa (9/2) di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta, 

menurutnya pemotongan anggaran sebesar Rp 520 miliar tidak boleh membuat upaya kita dalam pengelolaanhutan dan lingkungan hidup yang berkelanjutan menjadi terganggu, walaupun besarnya pemotongan tersebut cukup signifikan yaitu sebesar 7% dari total anggaran, KLH harus lebih kreatif dalam mendapatkan sumber pendanaan yang besifattidak mengikat, ujar Johan.

Politisi PKS ini mengaku siap mengawal dan selalu mengingatkan pemerintah untuk berkomitmen merealisasikantarget nasional sektor kehutanan dan lingkungan sepertiperhutanan sosial sebesar 12,7 juta ha lahan hutan untuk masyarakat, target restorasi gambut dan mangrove 1,2 jutahektar serta target lainnya untuk membangun lingkungan hidupdan meningkatkan ketahanan bencana, tutur Johan.

Ketua DPP PKS ini juga memberikan apresiasi dari kinerja KLHK berdasarkan parameter indeks kualitas lingkungan hidup, dan indeks kualitas udara yang melihat kondisi lingkungan hidup kita semakin membaik, walaupun capaian tersebut tidakterlepas dari menurunnya aktivitas industry mobilitas masyrakat pada masa pandemic ini. Oleh sebab itu, Johan menekankan agar Indonesia selaku negara yang memiliki panorama lingkungan hidup yang unik memiliki visi jangka panjang untuk menjaga kualitas lingkungan hidup nasional, untuk memastikan burung tetap berkicau dan memastikan air tanah dan air permukaan tetap dapat menjadi air baku, uraiJohan.

Selanjutnya legislator dari dapil NTB 1 ini juga mengusulkan agar KLHK segera menginisiasi pengembangan Pendidikan lingkungan agar generasi penerus lebih peka akan pentingnya menjaga eksositem hutan dan lingkungan. Saya melihatPendidikan lingkungan merupakan aspek penting sebagai usahamembangun kesadaran untuk mencintai lingkungan kita, paparJohan seraya mencontohkan salah satu kesadaran penting dalam menjaga lingkungan hidup adalah program pengurangan sampahplastik, sehingga kesadaran mengurangi sampah plastik semakin kuat demi lingkungan yang lebih sehat, harap Johan.

Wakil rakyat dari Pulau Sumbawa ini berpendapat perlu adanya dukungan regulasi dan anggaran mengenai percepatan langkah pengelolahan sampah yang berwawasan lingkungan dengan pemanfaatan teknologi, Johan memaparkan saat ini pentingnya mengatasi limbah medis dari dampak Covid-19 agar kapasitaspengelolaannya dapat ditingkatkan untuk penanganan limbahyang pro lingkungan, tutup Johan.(Rhd)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ekonomi

  • Carut-Marut Persoalan Unggas: Johan Desak Kementan Perhatikan Nasib Peternak Rakyat

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan mengaku prihatin atas carut-marutnya persoalan unggas di...

  • Tingkatkan Pendapatan Petani, Johan Harap Harga Jagung Tetap Stabil di NTB

    Sumbawa(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan turut memberikan apresiasi atas stabilnya harga jagung...

  • Momentum Hari nelayan, Johan Rosihan: Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan melalui Pemberdayaan Masyarakat Nelayan

    Jakarta(BN)-Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan berharap pemerintah menjadikan Hari Nelayan Nasional pada tanggal 6 April 2021 ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. khususnya melalui pemberdayaan masyarakat nelayan, yang menurut data dari KKP bahwa saat ininelayan kita yang berjumlah 1.459.874 orang merupakan asset nasional untuk mengembangkan sektor kelautan dan perikanan menjadi lebih maju dan berjaya sebagai negara maritim. Masih banyak Pekerjaan Rumah (PR)...

  • Johan Nilai Pemerintah Perlu Lakukan Terobosan Baru untuk Mencapai Target Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat

    Jakarta(BN)-Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan menilai peremajaan kelapa sawit rakyat yang telah berjalan selama 5 tahun ini pencapaiannya sangat jauh dari target yang ditetapkan pemerintah yaitu 2,4 juta hektar kebun kelapa sawit rakyat, maka menurutnya diperlukan sebuah terobosan baru dalam program peremajaan sawit serta harus dilakukan pengawasan khusus kepada BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) terutama dalam menghimpun dan mengembangkan dana sawit untuk peremajaan serta mengevaluasi kinerjanya dalam membantu petani kelapa sawit agar memenuhi syarat sebagai peserta peremajaan dengan pendampingan. Hal tersebut diungkapkan Johan mengingat...