BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Senin | 09 April 2018 | 09:32:03 WIB

LIPUTAN KHUSUS

Presiden RI Baper Dengan Adanya Kaos Ber-Tagar#2019GantiPresiden

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Presiden RI Baper Dengan Adanya Kaos Ber-Tagar#2019GantiPresiden
BERITANUSANTARA.com,- Tahun 2019 nanti, Indonesia memang akan ganti presiden. Oleh sebab itu, tagar #2019GantiPresiden memang ada benarnya.

Hari-hari ini, medsos ramai dengan tagar #2019GantiPresiden. Tagar itu diikuti dengan kampanye dunia nyata dengan penjualan aneka gimmick seperti kaos, mug, dan mungkin benda-benda lain.

Seperti biasa, lagi-lagi hal seperti itu jadi bahan perang di dunia maya. Sebagai sebuah kampanye politik, wajar saja. Yang aneh kalau malah tidak terjadi apa-apa. Misal tiba-tiba pendukung Prabowo, yang ingin ganti presiden, malah menginginkan Jokowi menjadi presiden lagi.

Jika kampanye itu tidak dilawan oleh kubu pendukung Jokowi juga aneh. Kan malah aneh kalau pendukung Jokowi mengamini kampanye ganti presiden itu.

Situasi tambah gayeng karena Presiden Jokowi ikut mengomentari hal tersebut. Kata Jokowi, mana ada presiden bisa diganti hanya karena kampanye lewat kaos. Lebih lanjut Jokowi mengatakan, presiden hanya bisa diganti karena rakyat tidak menghendaki, dan karena Allah tidak meridai.

Tidak ada yang bisa membantah pernyataan yang diucapkan Jokowi tersebut. Demokrasi kita adalah demokrasi langsung. Pemilihlah yang menentukan apakah seseorang bisa menjadi Presiden atau tidak.

Jadi tidaknya seseorang menjadi presiden, bukan karena klaim kepintaran, kesalehan, kapasitas, dan lain-lain. Seseorang menjadi presiden karena menang dalam pilpres. Titik. Mau dibilang planga-plongo, bodoh, tidak tahu persoalan, dan lain sebagainya, dalam kontestasi pilpres, tidak penting. Di atas kertas politik, yang paling banyak dicoblos, yang menang.

Tapi ada yang menarik dicermati. Sebetulnya untuk urusan kaos sebagai bahan kampanye, itu hal yang jamak. Dan efeknya bisa besar. Kalau tidak, mustahil seorang politikus mempertimbangkan betul ciri busana mereka.

Kita semua pasti ingat, Jokowi hadir ke publik politik yang lebih luas saat pilgub DKI dengan busana yang khas: baju kotak-kotak. Saat dia berlaga di pilpres, busananya juga terkonsep: baju putih berlengan panjang yang digulung. Sebuah penjabaran dari slogan "kerja, kerja, kerja". Lengan baju yang digulung itu artinya turun tangan dan bekerja. (tw)
Komentar ...
News Update