BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Jumat | 05 Januari 2018 | 10:02:59 WIB

GAYAHIDUP

Pentingnya Mempelajari Pendidikan Pra-Nikah

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Pentingnya Mempelajari Pendidikan Pra-Nikah
BERITANUSANTARA.com,- Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menilai mencegah kekerasan di dalam keluarga butuh upaya lebih komprehensif, terutama dari sisi hukum.

Keberadaan pasal pemberatan dalam undang-undang perlindungan anak dan sanksi kebiri khusus untuk kejahatan seksual terhadap anak seharusnya menjadi pengingat bahwa orang dewasa, baik keluarga maupun masyarakat tak bisa menjadikan anak sebagai target kekerasan.

"Konteks perlindungan anak jika guru atau orang tua yang melakukan maka ditambah sepertiga hukuman pidana. Artinya ini akan jadi pintu masuk bagi orang untuk berpikir ulang untuk melakukan kejahatan terhadap anak," katanya, Kamis 4 Desember 2018.

Susanto mengatakan untuk membangun kesadaran itu tentu butuh edukasi. Memberikan informasi bagaimana mengasuh anak dan mengawasi tumbuh kembang mereka perlu dikuasai oleh orang tua maupun para calon orang tua.

Karena itu, disinilah pentingnya pendidikan pranikah yang mestinya dijalani oleh calon pengantin. Tak cuma sebelum menikah, pendidikan berbasis masyarakat saat sudah berkeluarga melalui pendekatan pedesaan juga tetap perlu dilakukan.

"Ini penting diberikan sebagai ruang konsultasi, ruang mendapatkan informasi tentang mendidik anak. Apalagi dengan tantangan teknologi saat ini," kata Susanto.

Susanto menilai perlu diketahui bahwa banyak anak-anak yang menjadi korban dalam kasus kekerasan, perdagangan orang, hingga pornografi yang berawal dari teknologi, terutama gawai dan pengaruh buruk internet.

Penggunaan yang salah dan pengabaian keluarga saat anak mengakses sesuatu melalui internet perlu diantisipasi melalui pendekatan literasi. Literasi bagaimana memanfaatkan gawai secara benar dan sehat.

"Literasi itu tak cuma buat anak tetapi juga orang tua," tegas Susanto.

Literasi yang diberikan kepada anak juga bisa memanfaatkan teknologi, simulasi menonton bersama tentang konsekuensi penyalahgunaan media sosial dan internet misalnya memungkinkan anak peka terhadap ancaman di sekitarnya.

"Keterlibatan komunitas masyarakat juga penting. Dulu PKK itu fundamen yang sangat besar tapi saat ini kurang. Seharusnya diaktifkan kembali terutama soal isu perlindungan anak yang memang menjadi aspek yang strategis," jelasnya. (dn)
Komentar ...
News Update