BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Rabu | 06 Desember 2017 | 10:27:25 WIB

NASIONAL

Pulau Reklamasi C dan D Bisa Dijadikan Pangkalan Militer Untuk Pertahanan Ibu Kota

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Pulau Reklamasi C dan D Bisa Dijadikan Pangkalan Militer Untuk Pertahanan Ibu Kota
BERITANUSANTARA.com,- Keberadaan Pulau C dan D di Teluk Jakarta disarankan menjadi pangkalan pertahanan Ibu Kota. Kedua pulau hasil proyek reklamasi itu dinilai efektif menghalau ancaman perdagangan manusia dan penyelundupan narkoba.

Terlebih, pulau yang dibangun PT Kapuk Naga Indah ini sudah mengantongi sertifikat hak pengelolaan lahan (HPL) atas nama Pemprov DKI Jakarta yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Z"Pulau yang sudah terbangun sebaiknya dimanfaatkan untuk kepentingan warga. Salah satunya membangun pangkalan pertahanan Ibu Kota," kata Direktur Eksekutif Human Studies Institute, Anggota Ikatan Geograf Indonesia (IGI), Rasminto, dalam dialog publik yang digagas Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Jakarta Timur, Kamis, 30 November 2017.

Pakar Landscape dan Soil Geographer UNJ, Cahyadi Setiawan, tak keberatan jika Pulau C dan D dimanfaatkan untuk pangkalan pertahanan.

"Namun, terlebih dulu harus diperhatikan apakah kedua pulau itu dilalui sesar atau patahan lempeng," katanya.

Cahyadi menjelaskan wilayah Jakarta 36 persennya merupakan fluvio marine atau daratan yang terbentuk atas aksi bersama sungai dan laut.

"Jakarta sangat dipengaruhi oleh daerah-daerah di atasnya, termasuk material-material dari Gunung Gede, Pangrango, dan Salak," kata Cahyadi.

Jakarta juga diapit dua sungai besar yakni Sungai Citarum, Sungai Cisadane, serta dilalui Sungai Ciiliwung. Sehingga, sejak dulu material dari sungai-sungai itu mengendap dan bermuara di Teluk Jakarta.

"Jadi, tanpa reklamasi pun ada proses penambahan daratan, walaupun waktunya lama," ucap dia.

Pengamat Kebijakan Publik yang juga Koordinator Program Studi Sosial dan Politik UNJ, Suhadi mengatakan sejak awal kebijakan reklamasi sudah keliru. Namun, Pulau C dan D kadung dibangun.

Untuk itu dia berharap kedua pulau itu dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. "Telanjur, jadi ya harus dimanfaatkan sesuai Pasal 33 UUD 1945," katanya. (ut)
Komentar ...
News Update
  • Kritik Keras Putusan MK Perihal LGBT dan Kumpul Kebo

    FOKUS PERISTIWA | 15 Desember 2017 | 13:55 WIBPengamat Hukum Pidana, Mudzakir mengkritisi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal permohonan memperluas pasal perzinahan di KUHP. Dalam permohonan tersebut menyebutkan perilaku LGBT dan kumpul kebo
  • Sandiaga Minta DWP 2017 Selesai Sebelum Sholat Subuh

    GAYAHIDUP | 15 Desember 2017 | 09:16 WIBWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta penyelenggara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017 menaati ketentuan-ketentuan yang telah disepakati dari Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya, acara
  • 12 Parpol Lolos Seleksi Administrasi KPU

    LIPUTAN KHUSUS | 15 Desember 2017 | 09:08 WIBSebanyak 12 dari 14 partai politik lolos penelitian administrasi perbaikan atas dokumen calon peserta Pemilu 2019. Selanjutnya, seluruh parpol tersebut harus mengikuti verifikasi faktual yang
  • Peluncuran OK-Otrip di Balai Kota DKI Jakarta

    GAYAHIDUP | 14 Desember 2017 | 12:08 WIBPemprov DKI Jakarta meluncurkan program layanan integrasi transportasi OK-Otrip. Layanan ini diresmikan langsung Gubernur DKI Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno, di halaman pendopo Balai