BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Minggu | 03 Desember 2017 | 09:51:35 WIB

LIPUTAN KHUSUS

Presiden RI jangan Hanya Apresiasi Guru, Tapi Perhatikan Kesejahteraan Mereka yang Memprihatinkan

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Presiden RI jangan Hanya Apresiasi Guru, Tapi Perhatikan Kesejahteraan Mereka yang Memprihatinkan
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta - Sikap saling menghargai perbedaan seharusnya tidak menjadi barang aneh di sekolah. Pelajaran ini harus selalu diulang. "Guru tidak tergantikan karena dia mengemban tugas menyadarkan jiwa anak didik. Pendidikan siswa tidak bisa diberikan oleh media sosial. Tugas guru mendidik murid agar memiliki jiwa yang sehat, matang, dan memahami Bhinneka Tunggal Ika. Peringatan Hari Guru Nasional ini harus menjadi momentum," kata Presiden di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

Tolong Pak Presiden jangan hanya berucap mengapresiasi kinerja Guru saat ini, tapi juga perhatikan kesejahteraan mereka juga, saat ini masih banyak guru-guru apalagi yg di Bekasi masih belum menikmati kehidupan yang layak, bahkan banyak guru-guru di kota besar yg gaji nya sangat minim dan tidak bisa mencukupi kehidupan sehari-harinya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi mengatakan pemerintah masih berupaya memperbaiki kesejahteraan pendidik. Akan tetapi, para guru merupakan sosok yang inspiratif dan menjadi contoh dalam merawat kebinekaan serta menghindari cara pandang yang mengarah pada radikalisme.

"Untuk itu, saya sampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh guru di Tanah Air. Guru-guru yang berada di desa-desa, di pulau-pulau terpencil, pulau terluar, dan di perbatasan," ujar Presiden yang mengawali sambutannya dengan membungkukkan badan di depan puluhan ribu guru yang hadir di stadion.

Sebagai gambaran bagaimana intoleransi yang menafikan kebinekaan itu sudah merasuki murid-murid di sekolah. Wahid Foundation dan Lembaga Survei Indonesia pada 30 Maret-9 April 2006 melakukan survei terhadap 1.520 responden berusia 17 tahun di 34 provinsi.

Peneliti dari Setara Institute, Halili, mengungkapkan pandangannya yang tidak jauh berbeda. Dia mengakui sikap intoleransi pelajar dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan gejala menguat di beberapa kota.

"Dalam lima tahun terakhir ditemukan adanya penguatan identitas primordial, termasuk keagamaan. Contohnya, ada beberapa sekolah negeri menjadikan agama tertentu sebagai referensi pengambilan kebijakan," kata Halili.

Saat menanggapi semua itu, seorang guru MTs At-Tawakkal di Cilaku, Cianjur, Ira Marina, mengingatkan bahwa Indonesia tercipta dalam segala keberagamannya.

"Itu harus kita hargai. Kita saling melengkapi satu sama lain. Nilai-nilai itu saya sampaikan kepada murid bahwa menjadi bagian dari bangsa ini harus menjunjung tinggi toleransi," ungkap guru berusia sekitar 30 tahun itu.

Nur Wahyuni, siswa SMK Global Prima Islamic School, Bekasi, pun bersikap serupa bahwa guru harus memiliki semangat dalam menyampaikan kepada murid tentang arti kebinekaan dan menjunjung tinggi hak orang lain. Seperti halnya Wulan Triyani, murid SMAN 6 Depok.

"Sebagai anutan siswa, guru mesti sudah selesai dengan persoalan ini. Dia menanamkan toleransi," tutur Nur.

Terkait sikap saling menghargai keberagaman di sekolah, Mendikbud Muhadjir Effendy mengimbau para guru untuk memberikan contoh sesuai UU RI No 20/2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu menyampaikan pencerahan kepada siswa tentang keindonesiaan yang mengedepankan Pancasila sehingga tidak ada tindakan intoleran di sekolah di mana pun. (yd)
Komentar ...
News Update
  • Kritik Keras Putusan MK Perihal LGBT dan Kumpul Kebo

    FOKUS PERISTIWA | 15 Desember 2017 | 13:55 WIBPengamat Hukum Pidana, Mudzakir mengkritisi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal permohonan memperluas pasal perzinahan di KUHP. Dalam permohonan tersebut menyebutkan perilaku LGBT dan kumpul kebo
  • Sandiaga Minta DWP 2017 Selesai Sebelum Sholat Subuh

    GAYAHIDUP | 15 Desember 2017 | 09:16 WIBWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta penyelenggara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017 menaati ketentuan-ketentuan yang telah disepakati dari Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya, acara
  • 12 Parpol Lolos Seleksi Administrasi KPU

    LIPUTAN KHUSUS | 15 Desember 2017 | 09:08 WIBSebanyak 12 dari 14 partai politik lolos penelitian administrasi perbaikan atas dokumen calon peserta Pemilu 2019. Selanjutnya, seluruh parpol tersebut harus mengikuti verifikasi faktual yang
  • Peluncuran OK-Otrip di Balai Kota DKI Jakarta

    GAYAHIDUP | 14 Desember 2017 | 12:08 WIBPemprov DKI Jakarta meluncurkan program layanan integrasi transportasi OK-Otrip. Layanan ini diresmikan langsung Gubernur DKI Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno, di halaman pendopo Balai