BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Senin | 13 November 2017 | 07:36:33 WIB

MEGAPOLITAN

Dinas Perhubungan DKI Evaluasi Penggunaan Parkir Mesin di Jakarta

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Dinas Perhubungan DKI Evaluasi Penggunaan Parkir Mesin di Jakarta
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta - Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta akan mengevaluasi implementasi Tempat Parkir Elektronik (TPE) yang ada di Jakarta. Pasalnya, keberadaan 201 TPE di beberapa lokasi dinilai hanya mampu menekan kebocoran, alias belum sepenuhnya berjalan baik.

"Mesin parkir hasil pengadaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang sudah terpasang cukup efektif dalam menekan kebocoran. Tapi masih banyak juru parkir (jukir) yang nakal melakukan pungutan liar. Kami terapkan sanksi pemecatan kepada jukir nakal," kata Wakil Kepala Dishubtrans DKI Sigit Widjatmoko, Minggu 12 November 2017.

TPE, lanjut Sigit, seharusnya tidak hanya sekadar menekan kebocoran, tapi menjadi sistem pendukung manajemen pengendalian lalu lintas ke depannya. Di tahun-tahun mendatang kebijakan tarif parkir akan dibuat berdasarkan sistem zonasi.

Semakin ke tengah kota, tarif parkir tepi jalan idealnya semakin mahal. Hal itu guna mengoptimalkan penggunaan ruang jalan dan mendorong penggunaan transportasi umum.

Namun, sebelum kebijakan tarif itu diberlakukan diperlukan 700 mesin parkir. Pengadaan ratusan mesin parkir itu menggunakan skea pengadaan BLUD dari anggaran pendapatan.

Di lain sisi, fungsi TPE sebagai pengendali harus berjalan bersamaan dengan pemberlakukan Elektronic Road Pricing (ERP), pengoperasian Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT). Ditargetkan saling terintegrasi pada 2019.

"Kami akan mengunakan skema kerjasama investasi yang diperkirakan hanya butuh waktu satu tahun memasan 700 mesin parkir. Jadi pihak ketiga membangun, BLUD melalui pendapatnya akan mencicil pembayarannya. Sama seperti ERP yang kini dalam tahap lelang," kata Sigit.

Sebelumnya, mesin TPE diadakan melalui BLUD parkir. TPE diadakan oleh pihak ketiga PT Mata Biru dengan sistem kerjasama bagi hasil. Pemprov DKI hanya mengantongi 30% dari hasil retribusi mesin parkir dan PT Mata Biru mendapat 70%. Pengeluaran terbesar dialokasikan untuk investasi alat, operasional dan gaji juru parkir.

TPE yang dikelola PT Mata Biru tersebar di tiga lokasi, yakni Kelapa Gading Jalan Boulevard Raya, Jalan Haji Agus Salim, dan Jalan Palatehan. Kerjasama keduanya yang dilakukan Januari 2015 akan berakhir Desember 2017. Sebelum keputusan perpanjangan kerjasama, Dishubtrans akan melakukan evaluasi terhadap kinerja operator.

"Kami tidak bisa menyimpulkan sekarang kinerja operator. Kami masih terus evaluasi hingga akhir kerjasama. Kemarin kami berikan surat teguran kepada operator untuk mengoptimalkan juru parkir. Nah itu bagian evaluasi. Kami akan putuskan dari hasil evaluasi." pungkasnya.

Kendati demikian, bila PT Mata Biru ingin memperpanjang kerjasama, maka pihak ketiga bisa bersurat ke gubernur langsung. (dn)
Komentar ...
News Update
  • TNI AD Kembali Harumkan Indonesia di Kejuaraan AARM ASEAN

    OLAH RAGA | 25 November 2017 | 07:45 WIBJakarta - TNI Angkatan Darat (AD) kembali mengharumkan Indonesia yang ke 12 kalinya dalam ajang kejuaraan menembak di Tingkat Asean Aries Riffle meet (AARM) ke 27. Kehadiran 62 personil Kontingen
  • 17 Juta WNI Belum Punya e- KTP Akibat Kasus Korupsinya

    FOKUS PERISTIWA | 24 November 2017 | 08:10 WIBJakarta - Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mencatat ada 17 juta warga negara Indonesia yang belum mempunyai KTP-el. Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh mengakui
  • Motivasi Pangkostrad Kepada Pelajar Al-Azhar

    GAYAHIDUP | 24 November 2017 | 08:03 WIBJakarta - Panglima Kostrad  Letjen TNI Edy Rahmayadi memberikan kuliah umum kepada sekitar 700 an mahasiswa dan pelajar Perguruan Islam Al Azhar yang bertema "Menyatukan Tekad untuk Bela Negara"
  • Demo Ojek Online Minta Area Khusus Menunggu Penumpang

    MEGAPOLITAN | 23 November 2017 | 08:55 WIBJakarta - Sopir Ojek Online meminta aplikator menyedikan area di sejumlah tempat strategis untuk menunggu penumpang. Hal itu guna menghindari beredarnya ojek online di pinggir jalan. "Seharusnya