BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Rabu | 08 November 2017 | 05:24:13 WIB

NASIONAL

Alasan Pemerintah Dalam Penggunaan Nomor KK Saat Registrasi Simcard

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Alasan Pemerintah Dalam Penggunaan Nomor KK Saat Registrasi Simcard
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengakui nomor induk kependudukan (NIK) cukup untuk sekedar registrasi ulang simcard. Namun, Pemerintah membutuhkan nomor kartu keluarga (KK) untuk memverifikasi NIK tersebut.

"Kalau NIK saja itu bisa dipakai (untuk validasi kepemilikan nomor ponsel), iya bisa dipakai. Tapi pertanyaannya, seberapa aman ketika kita menggunakan NIK saja?" kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh dalam diskusi dalam Forum Merdeka Barat 9, Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Selasa 7 November 2017.

Menurut dia, sejatinya nomor NIK sebagian masyarakat sudah tersebar di berbagai tempat. Di antaranya saat chek in hotel atau penginapan, saat penyerahan KTP untuk calon perseorangan di pilkada, serta kepentingan pembiayaan kredit.

"Jadi ternyata NIK kita, itu ada di mana-mana. Karena foto copy KTP elektronik kita atau KTP yang lama, itu tersebar luas saat kita melakukan berbagai transaksi," ucap dia.

Zudan menegaskan, negara harus melindungi warganya yang mau beritikad baik mengikuti program pemerintah ini. Pihaknya sempat melirik opsi nama ibu kandung untuk verifikasi tambahan saat registrasi ulang simcard.

"Dalam struktur kependudukan yang saya pelajari, ternyata tidak semua kita menuliskan nama ibu kita di dalam kartu KK," ucap dia.

Dari sana, Kemendagri ragu menjadikan nama ibu kandung untuk verifikasi tambahan. Alhasil, Kemendagri memilih opsi nomor KK.

"Ada satu kunci yang semuanya memiliki, yaitu nomor KK. Inilah yang kemudian kita pilih. Tidak rumit, tapi ini aman," ucap dia.

Zudan mengatakan, pihaknya pun meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika menyikapi serius maraknya unggahan salinan KK di dunia maya. Zudan menilai salinan itu meresahkan masyarakat.

"Agar tenang masyarakat kita. Karena saya yakin akan banyak lagi orang yang membuat gaduh dengan mengunggah itu," tandas dia. (yd)
Komentar ...
News Update
  • TNI AD Kembali Harumkan Indonesia di Kejuaraan AARM ASEAN

    OLAH RAGA | 25 November 2017 | 07:45 WIBJakarta - TNI Angkatan Darat (AD) kembali mengharumkan Indonesia yang ke 12 kalinya dalam ajang kejuaraan menembak di Tingkat Asean Aries Riffle meet (AARM) ke 27. Kehadiran 62 personil Kontingen
  • 17 Juta WNI Belum Punya e- KTP Akibat Kasus Korupsinya

    FOKUS PERISTIWA | 24 November 2017 | 08:10 WIBJakarta - Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mencatat ada 17 juta warga negara Indonesia yang belum mempunyai KTP-el. Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh mengakui
  • Motivasi Pangkostrad Kepada Pelajar Al-Azhar

    GAYAHIDUP | 24 November 2017 | 08:03 WIBJakarta - Panglima Kostrad  Letjen TNI Edy Rahmayadi memberikan kuliah umum kepada sekitar 700 an mahasiswa dan pelajar Perguruan Islam Al Azhar yang bertema "Menyatukan Tekad untuk Bela Negara"
  • Demo Ojek Online Minta Area Khusus Menunggu Penumpang

    MEGAPOLITAN | 23 November 2017 | 08:55 WIBJakarta - Sopir Ojek Online meminta aplikator menyedikan area di sejumlah tempat strategis untuk menunggu penumpang. Hal itu guna menghindari beredarnya ojek online di pinggir jalan. "Seharusnya