BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Senin | 06 November 2017 | 08:10:25 WIB

MEGAPOLITAN

KPAI Temui Mendikbud Bahas Peningkatan Kekerasan di Sekolah

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
KPAI Temui Mendikbud Bahas Peningkatan Kekerasan di Sekolah
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bakal menemui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Mereka bakal membahas peningkatan kekerasan di sekolah.

"KPAI akan melakukan pengawasan langsung dengan menemui Mendikbud RI dan jajarannya di kantor Kemendikbud hari ini sekitar jam 11.15 WIB," ujar Komisioner KPAI bidang Pendidikan KPADI Retno Listyarti, Senin 6 November 2017.

KPAI menerima banyak pengaduan terkait kasus kekerasan di sekolah sejak pertengan Juli- awal November 2017. Bahkan, penanganan kasus ini mencapai 34 persen dari total kasus yang diterima.

Wilayah kejadian pun beragam, seperti DKI Jakarta, Sukabumi, Indramayu, Bekasi, Bangka Belitung, Kota Medan, Padangsidempuan, Muaro Jambi, Lombok Barat, dan Aceh.

Retno mengatakan, pertemuan dengan jajaran Mendikbud penting untuk berkoordinasi soal penanganan kepegawaian jika ada guru yang melakukan kekerasan. Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Pendidikan daerah terkait evaluasi Sekolah Ramah Anak (SRA).

KPAI mengutuk kasus penganiayaan siswa oleh guru matematika di salah satu SMP di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Siswa dipukul dan dibenturkan kepalanya karena sengaja memanggil nama guru tersebut tanpa sebutan "Pak".

"Ini dipicu hal sepele. Sekarang siswa berinisial RHP itu terbujur lemah di IGD RSUD Kota Pangkalpinang setelah menjadi korban pemukulan," ujar Retno.

Retno berpendapat tindakan guru tersebut termasuk penganiayaan berat. Sebab, korban tak sekadar ditampar, namun dibenturkan kepalanya ke dinding. Korban mengalami pusing berkepanjangan.

Selain sadis, beber Retno, guru itu juga melakukan kekerasan di depan siswa lain. Bahkan terjadi pelemparan kursi kepada siswa yang hendak melerai.

Retno menilai harus ada evaluasi kepegawaian karena perilaku tersebut menunjukkan pelaku tak pantas menjadi guru. "Guru semacam ini sangat membahayakan bagi keselamatan psikologis dan fisik anak-anak karena tak mampu mengontrol emosi."

Retno mengarakan KPAI juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Dinas PPA Pangkal Pinang untuk membantu pemulihan trauma bagi korban. Mereka juga bakal memberi pendampingan saksi jika kasus dibawa ke jalur hukum. (dn)
Komentar ...
News Update
  • TNI AD Kembali Harumkan Indonesia di Kejuaraan AARM ASEAN

    OLAH RAGA | 25 November 2017 | 07:45 WIBJakarta - TNI Angkatan Darat (AD) kembali mengharumkan Indonesia yang ke 12 kalinya dalam ajang kejuaraan menembak di Tingkat Asean Aries Riffle meet (AARM) ke 27. Kehadiran 62 personil Kontingen
  • 17 Juta WNI Belum Punya e- KTP Akibat Kasus Korupsinya

    FOKUS PERISTIWA | 24 November 2017 | 08:10 WIBJakarta - Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mencatat ada 17 juta warga negara Indonesia yang belum mempunyai KTP-el. Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh mengakui
  • Motivasi Pangkostrad Kepada Pelajar Al-Azhar

    GAYAHIDUP | 24 November 2017 | 08:03 WIBJakarta - Panglima Kostrad  Letjen TNI Edy Rahmayadi memberikan kuliah umum kepada sekitar 700 an mahasiswa dan pelajar Perguruan Islam Al Azhar yang bertema "Menyatukan Tekad untuk Bela Negara"
  • Demo Ojek Online Minta Area Khusus Menunggu Penumpang

    MEGAPOLITAN | 23 November 2017 | 08:55 WIBJakarta - Sopir Ojek Online meminta aplikator menyedikan area di sejumlah tempat strategis untuk menunggu penumpang. Hal itu guna menghindari beredarnya ojek online di pinggir jalan. "Seharusnya