BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Selasa | 12 September 2017 | 00:37:01 WIB

FOKUS PERISTIWA

Polisi Masih Saja Berputar-putar Dalam Menangani Kasus Novel Baswedan

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Polisi Masih Saja Berputar-putar Dalam Menangani Kasus Novel Baswedan
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta - Pelaku penyiraman air keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan masih belum terungkap. Padahal peristiwa ini telah berlangsung sekira lima bulan lalu.

Istri Novel, Rina Emilda mengaku gelisah. Ia berharap Presiden Jokowi untuk segera mempercepat penuntasan kasus ini, agar tidak terus berlarut.

Kesempatan mendengar langsung kegelisahan, perkembangan kondisi Novel, ucapan terima kasih khusus kepada Presiden Jokowi dan harapan dari Emil, begitu ia akrab disapa.

Emil meluangkan waktu di kediamannya, Komplek BBD Jalan Deposito Blok T Nomor 8 RT 003 RW 010, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin 11 September 2017. 

Berikut wawancara utuh dengan Emil.

Apa harapan terbesar Anda setelah tepat lima bulan teror penyiraman air keras kepada suami Anda? 

Kami berharap kepada bapak Presiden Jokowi memberikan perhatian menyelesaikan perkara ini dengan membentuk tim pencari fakta. Selanjutnya harapan kami yang terbesar adalah meminta pertolongan kepada Allah SWT. Insya Allah semua ini bisa menjadi terbuka dan terungkap sejelas-jelasnya.

Apakah benar kabar suami Anda sudah bertemu Presiden Jokowi di Singapura? 

Belum. 

Sejauh ini bagaimana langkah pemerintah untuk kesehatan suami Anda?

Sekarang seluruh pengobatan di Singapura dibiayai. Kami berterima kasih kepada Presiden atas hal tersebut. Tapi selanjutnya, kami mohon memberikan perhatian lebih untuk segera menyelesaikan kasus ini dengan memberikan tim pencari fakta agar melihat fakta lebih objektif. 

Hari ini Anda mengundang warga di rumah Anda untuk pengajian, tujuannya untuk apa?
 
Mendoakan kesembuhan suami saya, Novel Baswedan, jauhkan dari segala fitnah. Lalu memberikan kekuatan kepada keluarga agar ikhlas menerima segala sesuatunya. Kondisi mas Novel Alhamdulillah membaik. Bulan Oktober (2017) akan menjalani operasi pemasangan mata artifisial di Singapura. Mohon didoakan. 

Sejauh ini bagaimana kabar kesehatan Novel, suami Anda? 

Alhamdulillah, perbaikan hasil operasinya membaik. Mata kanan yang tidak dioperasi itu juga menjelang pulih. Kalau Pak Novel bilang, yang terluka dulu kan sampai sekian persen. Sekarang tersisa sedikit lagi untuk pulih.

Mata suami Anda bagian kiri mengalami luka yang nampaknya cukup parah, bagaimana kondisinya?

Kalau yang kiri hasil operasinya perkembangannya membaik. Setiap kontrol itu hasilnya selalu baik. Hanya nanti butuh waktu lagi untuk dipasang mata artifisial pada bulan Oktober.

Sejauh ini biaya suami Anda selama dirawat di Singapura darimana? 

Biayanya dari pemerintah, dari kepresidenan.

Jaminan itu sampai suami Anda sembuh atau bagaimana?

Yang saya dengar dari awal ya sampai sembuh semua.

Tingkat persentase kesembuhan suami Anda saat ini sudah sampai di posisi mana?

Kalau sudah dipasang mata artifisial mungkin ya (bisa diketahui perkembangan penglihatan mata kanan Novel). Kalau sekarang masih langkah-langkah menuju pemasangan matanya. Kalau sudah dipasang mata artifisialnya, itu mungkin baru bisa diukur. Karena setelah dipasang mata artifisial itu belum langsung bisa melihat, masih berangsur angsur melihat sampai 3 minggu setelah dipasang mata artifisialnya.

Ada informasi bahwa pemerintah bakal setop dalam pembiayaan perawatan suami Anda di Singapura, respons dari keluarga bagaimana?

Saya masih belum mendengar itu.

Soal pertemuan antara Anda dan keluarga dengan Presiden Jokowi, sejauh ini ada perkembangannya seperti apa?

Belum ada lagi. Waktu menjelang Lebaran Iduladha itu memang ada. Saya dihubungi mendadak, waktu itu posisi saya dan anak-anak baru tiba di Singapura, untuk kembali (ke Indonesia) kesulitan. Jadi akan diatur dikoordinasikan ulang dari Istana, pesannya.

Kemarin ada yang menghubungi Anda dari Istana, itu siapa?

Dari Pak Johan (Johan Budi Juru Bicara Presiden Jokowi).

Jadi sampai saat ini Anda belum tahu agenda pertemuan dengan Presiden Jokowi kapan akan direncanakan?

Ya, itu setelah batal terakhir itu karena belum bisa, pada waktu itu berada di Singapura belum bisa kembali, jadi sampai sakarang belum ada kabar lagi.

Kemarin Presiden Jokowi dan beberapa Menteri ke Singapura 6-7 September. Apakah ada komunikasi dengan Anda?

Tidak ada.

Terkait laporan Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Pol Aris Budiman dan Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Polri Kombes Erwanto Kurniadi terhadap suami Anda di Kepolisian, bagaimana tanggapan Anda?

Kalau Mas Novel tidak mau terlalu menanggapi, takut mengalihkan isu yang seharusnya penyiraman air keras ini (kasusnya dituntaskan) malah jadi perkara yang tidak sebanding.

Anda sendiri pernah didatangi pihak penyidik kepolisian?

Tidak.

Kembali ke soal rencana pertemuan Anda dengan Presiden Jokowi, dari pihak keluarga ada upaya inisiatif menanyakan atau hanya menunggu sikap dari pemerintah? 

Iya, yang pertama karena pas yang terakhir Istana minta koordinasikan ulang. Sikap kami ya menunggu untuk pertemuan itu. Harapannya ya segera ada pertemuan itu (antara keluarga Novel dan Presiden Jokowi). Ada langkah-langkah selanjutnya seperti TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) itu.

Pada waktunya Anda akan bertemu dengan Presiden Jokowi, poin-poin apa saja yang akan Anda sampaikan?

Seperti yang dikatakan kemarin, berterima kasih atas pengobatan yang diberikan. Yang kedua, untuk meminta Pak Presiden memberikan perhatian lagi kepada kasus ini. Kasus ini sudah berjalan 5 bulan, belum terungkap, belum ada titik terang sama sekali.

Artinya pihak Anda dan keluarga mendesak pemerintah untuk segera dibentuk TGPF?

Iya, karena pihak keluarga prihatin, prihatin sekali karena ini sudah 5 bulan, untuk bisa melihat perkara ini lebih objektif mungkin diperlukan (TGPF). 

Kapan Anda berencana kembali lagi ke Singapura untuk menemani Novel? 

Saya inginnya setelah acara (Pengajian) hari ini, karena pulang dari Singapura sudah satu minggu. Saya lihat kebutuhan anak-anak saya di sini (Indonesia) dulu. Saya belum memastikan kembali ke Singapura karena anak-anak. Saya melihat masih perlu mendampingi, hari-hari ini ada banyak aktivitas yang perlu saya kerjakan terutama sekolah anak-anak. 

Jadi memang tugas utama saya dari Mas Novel adalah menjaga anak-anak, biar sekolahnya tidak terganggu sama sekali. Mungkin setelah anak-anak beres, saya bisa menjenguk (Novel di Singapura). (dn)
Komentar ...
News Update