BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Jumat | 08 September 2017 | 10:03:45 WIB

LIPUTAN KHUSUS

Pertamina Rugi Rp 12 Triliun, Pemerintah Harus Segera Bayar Utang

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Pertamina Rugi Rp 12 Triliun, Pemerintah Harus Segera Bayar Utang
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta - PT Pertamina disebutkan telah rugi cukup besar dari penjualan bahan bakar minyak (BBM) penugasan. Nilainya mencapai USD 957 juta atau sekitar Rp12 triliun.

Kerugian penjualan premium maupun solar itu termasuk juga dari Program BBM Satu Harga. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian Komisi VI DPR RI sebagai mitra Kementerian ESDM.

Meski ada kerugian sebesar Rp 12 triliun, Pertamina diminta tetap melanjutkan program BBM Satu Harga ke seluruh pelosok Indonesia. Dirjen Migas Kementerian ESDM, Ego Syahrial menyatakan, BBM Satu Harga tak boleh berhenti. Ini demi keadilan untuk masyarakat di daerah terpencil.

"Harus lanjut dong, saya bulan depan akan ke Seram, meresmikan di Maluku bagian selatan. Tetap kebijakan Kementerian ESDM bahwa harga harus merata se-Indonesia, membangun dari pinggiran. Harus terpenuhi kebutuhan masyarakat, harus terlayani," kata Ego.

Kementerian ESDM belum menyiapkan kebijakan khusus untuk menekan kerugian Pertamina. Tapi, Ego berjanji bahwa pemerintah tak akan membiarkan Pertamina tekor, akan dicari solusi agar program BBM Satu Harga dapat terus berjalan tanpa membuat Pertamina kolaps.

"Saya belum tahu, tapi pemerintah pasti mencari jalan keluar," pungkasnya.

Sementara itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan akan memanggil Direktur Keuangan Pertamina untuk meminta penjelasan soal klaim dan penyebab kerugian tersebut. Apakah akibat kilang yang kurang efisien, impor minyak, biaya distribusi BBM, atau masalah lainnya.

"BPH Migas akan memanggil Dirkeu Pertamina untuk membahas detail secara transparan," Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa.

Fanshurullah juga mengatakan, program BBM Satu Harga harus tetap dilanjutkan meski ada kerugian. BBM Satu Harga merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan keadilan bagi masyarakat di pelosok-pelosok Indonesia.

Agar kerugian yang ditimbulkan tak sampai membuat Pertamina terseok-seok, BPH Migas bersama Kementerian ESDM akan mencari solusi.

"BPH Migas juga diminta masukan untuk formula BBM Satu Harga ke depan. Intinya menurut BPH Migas, BBM Satu Harga perlu terus dilanjutkan," katanya.

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI, Mukhtar Tompo mendesak pemerintah untuk segera membayar utang ke Pertamina yang mencapai Rp34 triliun. Menurutnya, Pertamina tidak boleh dibiarkan seperti sapi perah saja.

"Jangan cuma beri tugas berat tetapi mengabaikan kewajiban bayar utang. Pertamina kuat negara bangga, Pertamina lemah negara harus malu," tegasnya. (ut)
Komentar ...
News Update