BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Kamis | 07 September 2017 | 06:18:56 WIB

MEGAPOLITAN

Sidang Perdana Praperadilan Setya Novanto Digelar Pekan Depan

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Sidang Perdana Praperadilan Setya Novanto Digelar Pekan Depan
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta - Sidang praperadilan Setya Novanto bakal digelar perdana pada Selasa, 12 September 2017. Setya Novanto mengajukan gugatan praperadilan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). 

"Sidang pertama permohonan praperadilan Setya Novanto akan digelar Selasa, 12 September 2017 pukul 09.00 WIB," kata Humas PN Jakarta Selatan, I Made Sutrisna saat dikonfirmasi, Rabu 6 September 2017. 

Dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Selatan, petitum yang masuk dalam permohonan Ketua DPR itu salah satunya mengabulkan permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya. Kemudian, menyatakan batal/batal demi hukum dan tidak sah penetapan tersangka terhadap Novanto selaku pemohon yang dikeluarkan oleh termohon, dalam hal ini KPK berdasarkan surat nomor 310/23/07/2017 tertanggal 18 Juli 2017. 

Selanjutnya, memerintahkan termohon untuk menghentikan penyidikan terhadap Setya Novanto berdasarkan Surat Perintah Penyidikan No.Sprin.Dik-56/01/07/2017 tertanggal 17 Juli 2017. Selain itu, memerintahkan termohon untuk mencabut penetapan pencegahan terhadap Setya Novanto sejak putusan dalam perkara ini diucapkan dalam hal dilakukan pencekalan terhadap Novanto. 

Novanto resmi mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jakarta Selatan pada Senin, 4 September 2017. Gugatan tersebut terdaftar dalam nomor 97/Pid.Prap/2017/PN Jak.Sel. 

Novanto disebut sebagai salah satu otak di balik proyek senilai Rp5,9 triliun itu. Dia bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong diduga berperan dalam melobi para koleganya di Parlemen.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum terhadap Andi Narogong, Novanto disebut sebagai kunci anggaran di DPR. Dia juga tak segan-segan menyampaikan dukungannya terhadap proyek kartu identitas berbasis nomor induk kependudukan (NIK) itu.

Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 17 Juli 2017 dengan sangkaan Pasal 2 ayat (1) atas Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP karena diduga mengakibatkan kerugian negara senilai Rp2,3 triliun dari total nilai proyek sebesar Rp5,9 triliun.

KPK juga bakal mempersiapkan dengan matang upaya perlawanan Novanto di sidang Praperadilan. Febri enggan menyebutkan secara detil persiapan yang dimatangkan KPK.

KPK telah menyiapkan bukti-bukti yang relevan terkait kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) yang menjerat Novanto. Febri mengatakan, bukti-bukti yang dikantongi KPK terkait keterlibatan Ketua DPR itu juga sudah kuat. (yd)
Komentar ...
News Update