BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Minggu | 16 Juli 2017 | 06:58:24 WIB

TEKNOLOGI

Pemerintah Mengancam Akan Tutup Media Sosial, Tapi Rakyat Lebih Dulu Memblokir Akun Twitter Jokowi

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Pemerintah Mengancam Akan Tutup Media Sosial, Tapi Rakyat Lebih Dulu Memblokir Akun Twitter Jokowi
BERITANUSANTARA.com,- Pemerintah Melalui Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengancam untuk menutup media sosial dan situs berbagi seperti Facebook, Twitter, Instagram hingga Youtube jika tidak menutup akun - akun yang berisi muatan radikalisme. Saat ini Media sosial Telegram sudah di tutup oleh pemerintah, dengan alasan pernah digunakan oleh teroris.

Padahal, saat ini banyak berita-berita Hoax yang disebarkan ke masyarakat adalah mereka yang mendukung rezim saat ini.

"Permintaan kami pada platform untuk menutup akun-akun yang memiliki muatan radikalisme, sepanjang 2016 hingga 2017 baru 50% dipenuhi. Ini sangat mengecewakan," ujar Rudiantara usai acara antiradikalisme di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jumat (14/7/2017).

Rudi meminta agar medsos tersebut memperbaikinya. Jika tidak, pihaknya mengancam untuk menutup platform tersebut.

Dia menjelaskan platform tersebut enggan menutup akun karena di negara asalnya harus melalui proses pengadilan.

"Tapi mereka ke sini kan karena bisnis. Iklan-iklan juga dari sini. Oleh karenanya perlu mematuhi peraturan yang ada di sini."

Kominfo, lanjut dia, telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran radikalisme.

Cara yang dilakukan dengan penutupan situs dan pemblokiran akun di medsos. Dalam pemblokiran akun di medsos ini perlu melibatkan platform tersebut.

"Kami harus bergerak cepat, kami tidak ingin masyarakat terpapar dengan konten-konten radikalisme," cetus Rudi.

Rudi meminta maaf jika nanti pihaknya terpaksa menutup medsos.

Namun saat ini, kejadian unik dan baru pertama kali di dunia, Masyarakat malah lebih dahulu memblokir media sosial twitter Presiden Jokowi karena sudah sering membuat kebijakan yang merugikan rakyatnya.

Sementara itu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meminta para rektor untuk memperhatikan aktivitas setiap komponen kampus.

Nasir memberi contoh mengenai adanya dosen yang memaksa mahasiswanya untuk masuk ke aliran tertentu, jika tidak ikut maka dosen itu mengancam nilai mahasiswanya.

"Akhirnya dosen itu dipindahkan dan tidak lagi terlibat dalam proses penilaian," ungkap Nasir.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu menjelaskan lingkungan kampus memiliki potensi untuk tumbuh kembangnya radikalisme.

"Masalah radikalisme di kampus ini, memang belum terlihat secara nyata tetapi potensi di kampus ini tinggi."

Hal ini dikarenakan kampus merupakan kumpulan anak muda dan juga masyarakat ilmiah.

Oleh karena itu, dia meminta agar kampus tidak menjadi pusat radikalisme.

Rektor bertanggung jawab terhadap kondisi yang ada di kampus.

Rektor Universitas Padjadjaran Tri Hanggono mengatakan sejauh ini kondisi di kampusnya masih bisa dikendalikan.

Namun, yang perlu diwaspadai, adalah teknologi yang bisa diakses setiap mahasiswa. (yd)
Komentar ...
News Update
  • TNI AD Kembali Harumkan Indonesia di Kejuaraan AARM ASEAN

    OLAH RAGA | 25 November 2017 | 07:45 WIBJakarta - TNI Angkatan Darat (AD) kembali mengharumkan Indonesia yang ke 12 kalinya dalam ajang kejuaraan menembak di Tingkat Asean Aries Riffle meet (AARM) ke 27. Kehadiran 62 personil Kontingen
  • 17 Juta WNI Belum Punya e- KTP Akibat Kasus Korupsinya

    FOKUS PERISTIWA | 24 November 2017 | 08:10 WIBJakarta - Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mencatat ada 17 juta warga negara Indonesia yang belum mempunyai KTP-el. Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh mengakui
  • Motivasi Pangkostrad Kepada Pelajar Al-Azhar

    GAYAHIDUP | 24 November 2017 | 08:03 WIBJakarta - Panglima Kostrad  Letjen TNI Edy Rahmayadi memberikan kuliah umum kepada sekitar 700 an mahasiswa dan pelajar Perguruan Islam Al Azhar yang bertema "Menyatukan Tekad untuk Bela Negara"
  • Demo Ojek Online Minta Area Khusus Menunggu Penumpang

    MEGAPOLITAN | 23 November 2017 | 08:55 WIBJakarta - Sopir Ojek Online meminta aplikator menyedikan area di sejumlah tempat strategis untuk menunggu penumpang. Hal itu guna menghindari beredarnya ojek online di pinggir jalan. "Seharusnya