BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BERITA NUSANTARA Like Like Like Like
Selasa | 11 Juli 2017 | 08:19:07 WIB

FOKUS PERISTIWA

Jokowi Dikritik Oleh Pendukungnya Sendiri Agar Melaksanakan Nawa Cita Dengan Benar

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Jokowi Dikritik Oleh Pendukungnya Sendiri Agar Melaksanakan Nawa Cita Dengan Benar
BERITANUSANTARA.com,- Koalisi para relawan pendukung Jokowi-JK yang tergabung dalam Koalisi Relawan Bersuara JKW-JK mengingatkan agar Presiden Joko Widodo melaksanakan Nawa Cita dengan sebenar-benarnya. Mereka menginginkan pembangunan merata di seluruh Indonesia.

Koordinator Relawan Thamrin Barubu dalam konferensi pers peryataan sikap koalisi menilai selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK belum maksimal dalam melaksanakan Nawa Cita. Mereka meminta Presiden untuk mendengarkan suara arus bawah.

Aktivis Aliansi Masyarakat Nusantara Jimmy Fritzsonda yang turut dalam konferensi pers tersebut mengatakan Presiden Jokowi selama tiga tahun memerintah berbeda dengan gayanya saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Kami dukung sejak dari Solo maju menjadi Gubernur DKI. Saat jadi gubernur, Jokowi mampu menaikkan upah buruh Jakarta hingga 42%. Namun, ketika jadi Presiden malah justru tidak seperti itu. Buruh tidak diakomodasi. Presiden justru menerbitkan PP 78/2015 tentang pengupahan yang tidak memihak buruh," keluh Jimmy.

Selain itu, menurut dia, Presiden Jokowi juga semakin sulit ditemui kelompok akar rumput.

Senada dengan Jimmy, Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) DKI Jakarta Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Dwi Harto dalam kesempatan tersebut menyebut pemerintahan Jokowi-JK semakin menjauh dari kalangan buruh.

"Presiden Jokowi tidak memperjuangkan kepentingan kaum buruh," katanya.

Ia mencontohkan kebijakan terkait dengan outsourcing yang merugikan buruh. Padahal menurut dia, saat ini banyak perusahaan outsourcing yang tidak memberikan hak-hak pekerja seperti upah minimum.

Ia menambahkan, pihaknya meminta Presiden Joko Widodo kembali menegakkan trilayak seperti yang telah dijanjikan semasa kampanye, yaitu kerja layak, upah layak, dan hidup layak.

Jokowi Diminta Jelaskan Biaya Perjalanan Keluarganya

Deputi Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Apung Widadi mendorong Presiden Joko Widodo atau pihak Istana Kepresidenan transparan soal keluarga Jokowi yang ikut kunjungan kerja ke Turki dan Jerman.

"Menurut saya, memang Presiden atau stafnya harus jelaskan biaya perjalanan mereka," kata Apung Widadi kepada Kompas.com, Sabtu (8/7/2017).

"Pakai pribadi atau ditanggung negara. Kalau ditanggung negara berapa, aturannya bagaimana. Selama ini kan enggak jelas transparansinya," kata dia.

Jokowi memboyong seluruh keluarga besarnya ikut kunjungan kerja ke Turki dan Jerman. Tak hanya Ibu Negara Iriana, Jokowi juga membawa ketiga anaknya, yakni Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.

Menantu Jokowi, istri dari Gibran, Selvi Ananda, juga ikut dalam rombongan. Begitu juga anak dari Gibran dan Selvi, Jan Ethes, yang baru berusia satu tahun empat bulan.

Selain soal anggaran, menurut Apung, harus dijelaskan juga mengenai kegiatan keluarga Jokowi selama disana. Sebab, biasanya hanya Ibu Negara yang mendampingi kegiatan kerja Presiden di luar negeri, bukan seluruh anggota keluarga.

"Kalau Pak Jokowi sendiri kunjungan kerja, lantas keluarganya liburan atau bagaimana? Pelesiran di saat Bapak Jokowi kerja dinas, tapi kalau pelesiran pakai uang rakyat, ini yang menyakitkan di tengah APBN yang defisit," ucap Apung. (yd)
Komentar ...
News Update
  • TNI AD Kembali Harumkan Indonesia di Kejuaraan AARM ASEAN

    OLAH RAGA | 25 November 2017 | 07:45 WIBJakarta - TNI Angkatan Darat (AD) kembali mengharumkan Indonesia yang ke 12 kalinya dalam ajang kejuaraan menembak di Tingkat Asean Aries Riffle meet (AARM) ke 27. Kehadiran 62 personil Kontingen
  • 17 Juta WNI Belum Punya e- KTP Akibat Kasus Korupsinya

    FOKUS PERISTIWA | 24 November 2017 | 08:10 WIBJakarta - Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mencatat ada 17 juta warga negara Indonesia yang belum mempunyai KTP-el. Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh mengakui
  • Motivasi Pangkostrad Kepada Pelajar Al-Azhar

    GAYAHIDUP | 24 November 2017 | 08:03 WIBJakarta - Panglima Kostrad  Letjen TNI Edy Rahmayadi memberikan kuliah umum kepada sekitar 700 an mahasiswa dan pelajar Perguruan Islam Al Azhar yang bertema "Menyatukan Tekad untuk Bela Negara"
  • Demo Ojek Online Minta Area Khusus Menunggu Penumpang

    MEGAPOLITAN | 23 November 2017 | 08:55 WIBJakarta - Sopir Ojek Online meminta aplikator menyedikan area di sejumlah tempat strategis untuk menunggu penumpang. Hal itu guna menghindari beredarnya ojek online di pinggir jalan. "Seharusnya