BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Senin | 12 Februari 2018 | 02:45:24 WIB

EKONOMI

Perspektif Pemberantasan Kemiskinan Menurut Sejumlah Pakar

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Perspektif Pemberantasan Kemiskinan Menurut Sejumlah Pakar
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta, Senin (12/2/18) Untuk ke 9 kalinya, diskusi serial yang digagas Aliansi Kebangsaan, FKPPI bersama Yayasan Suluh Nuswantara Bhakti kembali diselenggarakan pada Sabtu (10/2/18) kemarin di JCC, Senayan-Jakarta Selatan.

Dalam diskusi bertajuk ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan Dalam Negeri tersebut, pokok pemberantasan kemiskinan menjadi pokok pembahasan dengan menghadirkan sejumlah pakar yang antara lain ; Pontjo Sutowo (Ketua FKPPI sekaligus Ketua Aliansi Kebangsaan, dan Pembina YSNB),Prof. Prijono Tjiptoherijanto, SE, MA, Ph.D, Prof. Dr. Ir. Bunasor Sanim, Msc, Prof. Dr. Didin S. Damanhuri. Serta Prof. Dr. La Ode Kamaludin selaku moderator diskusi tersebut.

Kemiskinan dan pemberantasan kemiskinan juga merupakan masalah filsafat dan ideologi, masalah politik, masalah ekonomi, masalah sosial budaya, serta masalah pertahanan dan keamanan.yang perlu ditangani secara periodik. Ironisnya, muncul anggapan bahwa kemiskinan merupakan sebuah budaya, dan menganggap kemiskinan itu sebagai takdir yang tidak dapat diubah.

Menurut Prof. Prijono Tjiptoherijanto, SE, MA, Ph.D , kemiskinan pada dasarnya dapat dibagi dalam dua kelompok. Kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan relatif ini terjadi karena perbedaan distribusi pendapatan. Dan dari dua kemiskinan tersebut, kemiskinan relatif paling berbahaya karena dapat mengakibatkan adanya revolusi.

"Kemiskinan sendiri dapat terdiri dari banyak unsur, seperti misalnya kemiskinan ekonomi, pangan, enviromental, personal, dan politik. Kemiskinan itu lebih bersifat kemiskinan relatif daripada kemiskinan absolut,"ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Ir. Bunasor Sanim, Msc mengatakan, "Jika bangsa Indonesia perlu segera melakukan penguatan dan percepatan pembangunan sumberdaya manusia. Seperti melalui hijrah moral, peningkatan kualitas kerja masyarakat, peningkatan kualitas SDM, menjadikan agricultural demand led industrialization sebagai strategi pembangunan ekonomi nasional, serta mengembangkan dan memperkuat UMKM."

Lebih jauh, Bunasor juga memaparkan, kondisi Indonesia mengalami krisis. Hal ini karena tingkat kemiskinan di Indonesia menduduki peringkat ke 6 di Asean (2015) dan mengalami penurunan di tahun 2016 dan 2017 namun masih tetap tinggi dan 117 di dunia. Sementara itu tingkat pengangguran terbuka berkisar 6 % pada periode 2015-2017, dan tingkat pengangguran terselubung cukup tinggi. Belum lagi nilai Gini Rasio masih sangat tinggi tahun 2017 sebesar 0,391.

Lebih jauh, Didin S. Damanhuri dalam kesempatan tersebut turut menambahkan, kemiskinan terjadi karena pemerintah gagal dalam merealisasikan prinsip-prinsip Ekonomi UUD 1945. Kegagalan tersebut karena sebab struktural maupun kultural. Penyebab struktural misalnya adanya warisan struktur ekonomi kolonial dan feodal, kompleksitas persoalan karena penduduk besar, serta gagalnya kepemimpinan dalam mentransfer masukan prinsip ekonomi UUD 1945 ke dalam kebijakan yang efektif.

Penyebab kultural seperti masuknya prinsip-prinsip pemikiran ekonomi yang berasal dari berbagai grands theories yang tidak relevan, dan menjangkitnya korupsi secara masif. "Untuk mengatasi hal tersebut, maka diperlukan UU Perkonomian yang bisa menjadi payung UU Ekonomi lain sesuai pasal-pasal UUD 1945, mengadakan judicial review ke MK terhadap UU Ekonomi yang bertentangan dengan UUD 1945, serta melakukan kontrak politik terhadap para pemenang pemilu agar platformnya tidak bertentangan dengan UUD 1945," tambah Didin.
News Update
  • Tol Boor II b capai 98 persen

    MEGAPOLITAN | 21 Februari 2018 | 18:18 WIBBogor (Antaranews Megapolitan) - Pengerjaan proyek tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIB yang menghubungkan Kedung Badak dengan Yasmin hingga 21 Februari 2018 telah rampung sebesar 98,5 persen.
  • Waskita Klarifikasi Kecelakaan Tol Becakayu

    MEGAPOLITAN | 20 Februari 2018 | 11:26 WIBJakarta(BN)-PT Waskita Karya (Persero) Tbk memberikan klarifikasi pemberitaan yang kadung beredar. Bahwa bukan tiang pancang proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang jatuh melainkan