BERITANUSANTARA.com
FOLLOW BNC Like Like Like Like
Sabtu | 04 November 2017 | 11:11:30 WIB

NASIONAL

Diskusi Panel Kebangsaan Aktualisasi Trisakti dalam Bidang Ekonomi

REDAKSI - BERITANUSANTARA.COM
Diskusi Panel Kebangsaan Aktualisasi Trisakti dalam Bidang Ekonomi
BERITANUSANTARA.com,- Jakarta, Sabtu (4/11/17) Yayasan Suluh Nuswantara Bakti bersama FKPPI dan Aliansi Kebangsaan kembali menggelar diskusi panel serial seri ke-7 bertajuk AKTUALISASI TRISAKTI DALAM BIDANG EKONOMI yang merupakan pembahasan kedua dari tema ANCAMAN, TANTANGAN, HAMBATAN dan GANGGUAN dari DALAM NEGERI dengan menghadirkan sejumlah pembicara yang antara lain Pontjo Sutowo,Dr. Bambang Subianto, Dr. Prasetijono Widjojo, Dr. Harbrinderjit Singh Dillon dan Prof. Dr. La Ode Kamaludin selaku moderator kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Pontjo Sutowo (Ketua Umum Aliansi Kebangsaan dan FKPPI) mengatakan,"Perlu kita ingat benang merah yang menjelujuri perjuangan Kemerdekaan Bangsa kita sejak abad 20 yang lalu adalah bidang ekonomi. Tanah air kita dianugerahi dengan sumber daya alam yang melimpah yang jika dikelola dengan baik, tidak akan ada seorangpun penduduk Indonesia yang akan hidup dibawah garis kemiskinan."

Lebih jauh, Pontjo juga menjelaskan bahwa suatu tindakan korektif yang sangat urgent dilakukan dewasa ini adalah mencegah agar jangan sampai ada penguasaan sumber daya ekonomi yang bersifat monopoli oleh suatu kelompok kecil atau golongan. Hal ini merupakan fakta yang sangat mencolok dan jika dibiarkan akan menimbulkan kecemburuan sosial yang bersifay ekplosif dan sukar dikendalikan.

Sementara itu, Dr. Prasejitno Widjojo memberikan pernyataan menarik yakni,"Perlambatan ekonomi Global maupun nasional yang masih berlangsung menuntut adanya kebijakan yang lebih fokus kepada pertumbuhan yang berkualitas.Diperlukan sinergi antara transformasi ekonomi dan transformasi sosial untuk meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Secara Berkeadilan."

Menurutnya, ada beberapa rekomendasi yang harus dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan, salah satunya adalah dengan cara mereview berbagai peraturan perundang-undangan dibidang ekonomi untuk melihat konsistensinya dengan ideologi Pancasila, UUD 1945 (pasal 33). Selain itu, memperkuat peran usaha mikro,kecil dan menengah serta meningkatkan kinerja badan usaha koperasi sebagai bagian penguatan ekonomi rakyat.

Dalam kesempatan yang sama pula, salah satu pembicara lainnya, H.S.Dillon memaparkan,"Negara yang berhasil menggapai teknologi tinggi tanpa kehilangan jati diri adalah yang semenjak awal memperkokoh landasan pertanian dan pedesaanya."

Menurutnya, sektor pertanian merupakan sektor sentral pelaku pembangunan, pertanian harus memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi para petani karena merekalah yang akan menjadi steward bagi lingkungan hidup."Manusia adalah khalifah dan konsep usaha tani keluarga sangat tepat dikembangkan dalam pembangunan berkelanjutan," tutup Dillon.
News Update